Home Berita Pilihan PGRI tak Setuju UN Dijadikan Syarat Masuk PT

PGRI tak Setuju UN Dijadikan Syarat Masuk PT

SHARE
ujian nasional (foto: jakarta.go.id)
ujian nasional (foto: jakarta.go.id)

Jakarta – Ujian Nasional (UN) memang acapkali menimbulkan kontroversi. Sulistyo, pada hari Minggu (4/1), selaku Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tidak setuju dengan penggunaan nilai UN untuk masuk perguruan tinggi. Ini dikarenakan masuk perguruan tinggi haruslah sesuai minat dan bakat, bukan UN. Menurutnya, UN cukup berfungsi sebagai pemetaan kualitas anak didik. UN rawan politisasi kepala daerah yang menjadikannya sebagai standar pembangunan pendidikan daerah. Karena itulah, siswa dan guru sering melakukan tindak kecurangan demi meraih nilai tinggi.

Di lain pihak, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan bahwa hasil UN digunakan untuk pembanding rata-rata nilai UN seorang siswa dengan rata-rata UN satu sekolah, provinsi, dan nasional. Pihak-pihak lain yang dapat memanfaatkan nilai UN adalah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Musyarawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Selain itu, verifikasi lapangan sedang dilakukan untuk meningkatkan kualitas soal UN dan kredibilitas penyelenggaranya.