Home Berita Pilihan Basarnas Fokus Temukan Badan Pesawat QZ8501

Basarnas Fokus Temukan Badan Pesawat QZ8501

SHARE
Henry Bambang Sulistyo (foto: liputan6.com)
Henry Bambang Sulistyo (foto: liputan6.com)

Pangkalan Bun – Tiga jenazah AirAsia QZ8501 ditemukan terikat di kursi pesawat dalam kondisi mengapung. Direktur Operasi dan Latihan Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) SB Supriyadi saat ditemui di Pangkalan TNI Udara Iskandar Pangkalan Bun mengatakan bahwa jenazah-jenazah tersebut mungkin akan sulit ditemukan jika kursi pesawat tidak memiliki busa. Hal itu disampaikannya pada Senin (5/1) malam.

Temuan tersebut semakin membenarkan prediksi bahwa 50% penumpang AirAsia masih berada di badan pesawat. Jika benar, maka Basarnas akan mengambil jenazah satu per satu menggunakan plastik.

Sampai saat ini Supriyadi belum dapat memastikan lokasi badan pesawat sebab kondisi cuaca kurang mendukung sehingga para penyelam tidak mau ambil risiko memaksakan pencarian korban.

“Kondisi alam belum mendukung. Jangan sampai ada masalah baru. TIdak ada yang bisa melawan alam,” katanya. Dua penyelam marinir yang mencoba menyelam terpaksa naik kembali ke kapal.

Senada dengan Supriyadi, Marsekal Madya TNI F. Henry Bambang Sulistyo selaku Kepala Basarnas mengatakan bahwa fokus timnya mengevakuasi korban dengan cara mengambil bagian pesawat yang besar. Hal tersebut lebih mudah dibandingkan dengan harus mencari jenazah penumpang yang kemungkinan terdorong arus deras Selat Karimata. Bahkan diperkirakan ada yang posisinya sampai ke Selat Makassar. Pihaknya juga mengutamakan pencarian Blackbox untuk membantu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Selain penemuan tiga jenazah, pencarian hari kesembilan Senin (5/1) kemarin oleh Kapal Diraja Kasturi Malaysia menemukan sebuah kursi. Sementara itu, Kapal USS Sampson menemukan dua kursi pramugari. Kapal milik Amerika Serikat tersebut telah berada di Lanud Iskandar Pangkalan Bun.

Total ada 37 jenazah penumpang AirAsia yang telah ditemukan dan diterbangkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here