Home Tekno Hardware Warga Washington Menjual “Rumah Idaman”-nya karena Provider Tak Mau Pasang Internet di...

Warga Washington Menjual “Rumah Idaman”-nya karena Provider Tak Mau Pasang Internet di Sana

SHARE
Mobil van Comcast (foto: Wikipedia)
Mobil van Comcast (foto: Wikipedia)

Kitsap County – Jika saja penyedia jasa internet Amerika Serikat, Comcast, jujur sejak awal ditanya, Seth Morabito tak akan membeli rumah yang dia tinggali sekarang ini. Sekarang, dia berencana menjual rumah yang baru dibelinya itu. Akhir tahun lalu, Morabito membeli sebuah rumah di pedesaan Kitsap County, Washington.

“Rumah itu memenuhi semua kriteria yang kami inginkan,” tulisnya di blog pribadinya yang mengeluhkan pelayanan Comcast yang bersedia membangun jaringan broadband di rumah barunya itu.

“Lingkungan rumah itu memiliki pepohonan yang rimbun, dapur yang bagus, dan sebuah rumah kantor kecil dengan pintu masih terpisah,” tulisnya lagi.
Morabito memutuskan untuk membeli rumah itu setelah menelepon pihak Comcast dua kali untuk menanyakan apakah perusahaan tersebut dapat menyediakan jaringan internet di rumahnya. Comcast berjanji memberikan pria itu segala yang dia butuhkan

Morabito pindah ke rumah itu pada Januari 2015. Namun, sampai sekarang, tidak ada kabar dari pihak Comcast yang berjanji akan memasang instalasi internet broadband. Bahkan, perusahaan itu bersikukuh tidak akan mengubah keputusan mereka.

Comcast menolak membangun instalasi kabel yang diperlukan untuk menghubungkan rumah Morabito dengan sumber daya terdekat yang berjarak 2.500 kaki. Memang tak dapat disangkal bahwa hal tersebut bukanlah suatu proyek pekerjaan sepele. Morabito sendiri memperkirakan proyek instalasi kabel itu akan memerlukan dana antara 56.000 Dolar AS dan 60.000 Dolar AS. Dia sepertinya tak segan untuk membayar sebagian dana yang dibutuhkan walaupun harapan utama Morabito adalah ongkos pemasangan kabel itu ditanggung sepenuhnya oleh Comcast sebagai layanan servis pelanggan baru.

Namun, seminggu lalu, dia menerima pernyataan bahwa Comcast tidak mau memasang jaringan internet di rumahnya. Sepertinya, pihak Comcast menganggap pekerjaan itu buang-buang tenaga dan tak membawa untung banyak. Hal ini menyebabkan Morabito berencana pindah dari “rumah idamannya” lebih cepat dari yang dia bayangkan.

Morabito bersikeras mengatakan bahwa sebelumnya Comcast telah setuju untuk memasang internet di rumahnya dua kali dalam kesempatan berbeda, jauh sebelum dia setuju untuk membeli rumah itu. Hal itu nyatanya tidak terjadi. Perangkat internet kabel seperti DSL, satelit, dan point-to-point connection terbukti tidak praktis digunakan di rumahnya.

“Aku berlangganan Verizon JetPack mobile hotspot,” tulis Morabito, yang bekerja sebagai software developer dari rumahnya.

“Ketika aku ingin mengunduh sebuah berkas berukuran besar, seperti OS Update atau VM image untuk pekerjaanku, aku pergi ke kedai Starbucks terdekat. Koneksi Wi-Fi mereka memuaskan,” tutup Morabito.

Bahkan di AS yang sebagian besar wilayahnya sudah terjangkau internet, masih mungkin untuk membeli rumah yang benar-benar tidak terjangkau jaringan internet.

The Verge