Home Berita Pilihan Daftar 22 Situs yang Diblokir Kemkominfo

Daftar 22 Situs yang Diblokir Kemkominfo

SHARE
Internet Positif
Internet Positif

Jakarta – Ismail Cawaidu, juru bicara Kementrian Komunikasi dan Informatika, mengirim surat ke penyelenggara jasa internet untuk memblokir 22 situs yang diduga menyebarkan paham terorisme. Permintaan pemblokiran tersebut datang dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Tercatat sudah ada 70 situs radikal yang diblokir oleh pihak penyedia layanan jasa internet.

Semuel A. Pangerapa, Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, menegaskan bahwa pihaknya akan selalu mengikuti rekomendasi kementrian terkait daftar situs-situs berbahaya dalam Trustpositif milik Kominfo. Menurut informasi Semuel, Kemkominfo selalu memperbarui daftar situs terlarang sesuai situasi yang sedang berkembang.

Semuel mengaku tak heran ketika banyak situs yang terindikasi radikal diblokir sehubungan dengan meningkatnya aktivitas kelompok-kelompok tersebut di dalam negeri. Para penyelenggara jasa internet diberikan waktu paling lambat 2×24 jam untuk mematuhi rekomendasi Kominfo. Dirinya memastikan bahwa para penyelenggara tidak bisa menentukan situs web apa saja yang berbahaya tanpa ada rekomendasi dari pemerintah.

“Kalau kami berinisiatif membelokkan suatu situs sendiri, bisa kacau nanti,” kata Semuel.

Daftar situs yang diblokir berdasarkan permintaan BNPT dengan surat No. 149/K.BNPT/3/2015 tentang Situs Radikal adalah sbb.

1.Arrahmah.com
2.Voa-islam.com
3.Ghur4ba.blogspot.com
4.Panjimas.com
5.thoriquna.com
6.Dakwatuna.com
7.Kafilahmujahid.com
8.An-najah.net
9.Muslimdaily.net
10.Hidayatullah.com
11.Salam-online.com
12.Aqlislamiccenter.com
13.Kiblat.net
14.Dakwahmedia.com
15.Muqawomah.com
16.Lasdipo.com
17.Gemaislam.com
18.Eramuslim.com
19.Daulahislam.com

Tiga lainnya yang diminta untuk diblokir setelah surat tersebut

20.Shoutussalam.com
18.Azzammedia.com
19.Indonesiasupportislamicstate.blogspot.com

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara ketika dikonfirmasi membenarkan ada permintaan dari BNPT untuk menutup sejumlah situs terkait radikalisme. Dirinya menerima surat tersebut pada Jumat (27/3) dan langsung mengeluarkan disposisi untuk ditindaklanjuti.

“Saya jumlahnya berapa lupa, tapi memang ada permintaan dari BNPT, diproses oleh temen-temen Aptika (Dirjen Aplikasi Informatika) Trans Positif, cuma hasilnya seperti apa belum tahu,” kata Rudiantara ketika diperlihatkan surat tersebut di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Senin (30/3), dilansir detikcom.

Dari pantauan NusantaraN, sebagian besar situs tersebut memang akan mengarahkan pengguna ke laman internet positif. Namun, ada beberapa situs yang bisa diakses normal. Seluruh situs tersebut juga masih bisa diakses lewat mobile.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here