Home Berita Pilihan Jaya Suprana Nulis Surat Terbuka, Ahok: Dia Itu Otaknya Status Quo

Jaya Suprana Nulis Surat Terbuka, Ahok: Dia Itu Otaknya Status Quo

SHARE
Basuki Tjahaja Purnama (foto: Antara)
Basuki Tjahaja Purnama (foto: Antara)

Jakarta – Jaya Suprana, budayawan sekaligus pemrakarsa Museum Rekor Indonesia, menulis surat terbuka kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di harian Sinar Harapan pada Rabu (25/3). Dalam surat tersebut, Jaya mengingatkan Ahok untuk tidak berkata-kata kasar dan menjaga sikapnya di hadapan publik.

Jaya mengingatkan Ahok atas kerusuhan-kerusuhan yang berlatar belakang SARA yang pernah terjadi seperti G30S, kerusuhan rasial tahun 1980an di Semarang, dan kerusuhan besar tahun 1998 di seluruh nusantara. Dia takut sikap Ahok akan menimbulkan sentimen terhadap etnis Tionghoa lagi.

Menanggapi hal tersebut, Ahok mengatakan bahwa langkah Jaya Suprana melatih dirinya sendiri untuk berbuat rasis.

“Dia merasa masih kayak otak warga negara kelas dua, dia melatih merasis diri,” tuturnya kepada wartawan, Senin (30/3), dilansir okezone.

Ahok mengatakan bahwa dirinya tidak perlu merasa takut terhadap risiko langkahnya selama ini. Dia merasa apa pun yang dia lakukan adalah haknya dan menegaskan bahwa posisinya sama seperti warga negara Indonesia lainnya yang dilindungi undang-undang. Dia juga menegaskan bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang kerusuhan 98.

Ahok siap menanggung risiko seluruh perbuatannya tanpa harus merepotkan orang lain.

“Kalau ada risiko saya sendiri dan keluarga yang menanggung kok. Ngapain Anda (Jaya Suprana) repot-repot? Dia itu otaknya status quo. Saya tidak pernah merasa minoritas. Memangnya saya mau lahir kayak gini? Kalau boleh milih hidup, saya akan pilih jadi anak Pangeran Charles saja,” tuturnya diiringi gelak tawa wartawan.

Tindakan Jaya Suprana menulis surat terbuka di media adalah langkah provokatif. Menurut Ahok, jika Jaya benar-benar baik hati, dia tidak perlu memprovokasi masyarakat lewat media massa.