Home Ekonomi Bisnis Buruh Dipecat karena Bekerja Sambil Payungan

Buruh Dipecat karena Bekerja Sambil Payungan

SHARE
Suherman (foto: Tempo)
Suherman (foto: Tempo)

Serang – Suherman, buruh pabrik briket batu bara PT Gooyang SW, dipecat gara-gara bekerja sambil menggunakan payung di tengah terik matahari saat bulan Ramadhan lalu. Padahal, Suherman tetap memaksakan diri bekerja walaupun sakit karena khawatir diputus hubungan kerja bila tak masuk kerja meski izin sakit.

Tindakan semena-mena pabrik briket batu bara itu membuat rekan kerja sesama buruh dan serikat pekerja di Kota Serang tergerak membantu. Jumat (24/7) sore, belasan buruh di pabrik yang beralamat Kampung Ciwuni, Desa Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Serang.

Mereka mengadukan pemilik pabrik yang berlaku sewenang-wenang memecat Suherman. Menurut Sofwan, salah satu pengurus serikat pekerja, perusahaan milik warga negara Korea Selatan itu juga seenaknya membayar buruh. Para pekerja bahkan dibayar di bawah upah minimum regional Kota Serang, di bawah Rp 2.750.000,00 dengan tujuh hari kerja tanpa libur.

Salah seorang kerabat pemilik pabrik yang ikut hadir di kantor Disnakertrans, Jung, menolak memberikan keterangan. Juru bahasa yang juga seorang karyawan pabrik juga tidak mau berkomentar mengenai masalah ini.

Rikrik Murti, Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnakertrans Kota Serang, mengatakan bahwa pihaknya mengusulkan kedua belah pihak untuk secepatnya melakukan mediasi. Rikrik menyayangkan PHK sepihak pemilik pabrik terhadap pekerjanya. Pemilik pabrik tidak mengindahkan tahapan-tahapan proses pemecatan yaitu mengeluarkan surat peringatan pertama hingga ketiga sebelum mem-PHK seorang pekerja.