66 Perusahaan Tambang Batu Bara di Jambi Bangkrut

66 Perusahaan Tambang Batu Bara di Jambi Bangkrut

SHARE
Ilustrasi (foto: Wikipedia)
Ilustrasi (foto: Wikipedia)

Jambi – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Alam Provinsi Jambi, Gamal Husin, menyebutkan bahwa dari data terakhir yang diperoleh, hanya 11 dari 77 perusahaan tambang teregistrasi di provinsi itu yang masih beroperasi. Hal ini disebabkan karena anjloknya harga komoditas tambang ini.

“Hanya 11 perusahaan yang masih beroperasi karena mereka mempunyai pasar yang jelas. Perusahaan ini mensuplai batu bara ke PLTU dan PLTG. Yang lainnya sudah tutup,” kata Gamal, dilansir Jakarta Post.

Gamal menambahkan, saat ini harga batu bara berkisar dari Rp 300ribu/ton. Harga tersebut turun drastis dari harga semula yang berkisar antara Rp 900ribu/ton hingga Rp1juta/ton.

“Jadi, wahar mereka (perusahaan batu bara) banyak tutup,” katanya, dilansir Liputan6.

Banyaknya perusahaan batu bara yang berhenti beroperasi ini membawa dampak kepada setoran royalti yang diterima Pemprov Jambi dari sektor tambang batu bara. Setoran tersebut turun signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Pemprov Jambi biasanya menerima Rp86 miliar per tahun (dari royalti batu bara), namun sekarang hanya menerima kisaran Rp20 miliar dan paling banyak Rp30 miliar,” katanya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY