Home Berita Pilihan Pedagang Oleh-oleh Mengeluhkan Adanya Tol Cipali

Pedagang Oleh-oleh Mengeluhkan Adanya Tol Cipali

SHARE
Tol Cipali (foto: Tempo)
Tol Cipali (foto: Tempo)

Subang – Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang sudah mulai beroperasi membuat penghasilan para pedagang oleh-oleh dan rumah makan di jalur tengah dan Pantai Utara (Pantura) Jawa di Subang, Jawa Barat, turun drastis. Hal ini disebabkan kendaraan pribadi, penumpang umum, dan bus pariwisata tidak lagi melewati jalan-jalan tempat mereka berjualan.

Akibat beroperasinya Tol Cipali, angka penurunan arus lalu lintas di kios-kios sentra oleh-oleh yang semula ramai diperkirakan turun hingga 70%. Otomatis, tak banyak pelancong yang berkunjung membeli oleh-oleh atau makan di rumah makan setempat.

“Sekarang sehari paling banter dapat Rp 500 ribu,” kata Yoyoh, pemilik toko oleh-oleh di ruas jalur oleh-oleh Lebaksiuh, Kecamatan Dawuan, dilansir Tempo.

Aneka makanan khas Subang seperti melarat, buah nanas, aneka wajik, dodol nanas, ubi bakar Cilembu, dan sejumlah manisan dijual di toko milik Yoyoh. Sebelum ada Tol Cipali, dia biasa memperoleh omzet Rp 1-2juta per hari.

Namun, sejak dibukanya Tol Cipali pada Juni 2015, saat arus mudik dan balik Lebaran kemarin pendapatannya tak seperti yang dia harapkan.

“Omzet penjualan per hari hanya dapat Rp 6 juta. Sebelum ada Jalan Tol Cipali, pendapatannya Rp 11-12 juta per hari,” ucap Yoyoh.

Senada dengan Yoyoh, pemilik warung nasi bernama Uwah juga mengeluhkan jarangnya konsumen yang berasal dari luar daerah. Omzetnya turun sebanyak 60%. Kini, warungnya hanya dikunjungi oleh konsumen lokal.

Sulaeman, pemilik rumah makan oleh-oleh di Pamanukan juga terancam tidak bisa meneruskan bisnisnya jika kondisi ini terus terjadi. Lokasi rumah makannya terletak di jalur utama Pantura Jawa.

Bupati Subang, Ojang Sohandi, mengakui turunnya pendapatan masyarakat sekitar jalur Pantura sebagai dampak negatif pembukaan Tol Cipali.

“Kondisi itu memang sebagai konsekuensi logis yang harus dihadapi mereka,” ucapnya.

Namun, Ojang memprediksi keadaan tersebut tak akan berlangsung lama. Sejumlah proyek besar yang akan beroperasi dapat membantu meningkatkan geliat perekonomian dan bisnis di Pantura.