Home Berita Pilihan Sengketa Lahan Sriwedari Ancam Keberlangsungan Museum Radyapustaka

Sengketa Lahan Sriwedari Ancam Keberlangsungan Museum Radyapustaka

SHARE
Radya Pustaka (foto: pulaubatik.com)
Radya Pustaka (foto: pulaubatik.com)

Surakarta – Pengadilan Negeri Surakarta memanggil Pemerintah Kota Surakarta (29/9) mendatang untuk mendapat teguran perihal kasus sengketa lahan Sriwedari. Kasus tersebut melibatkan pihak ahli waris Wiryodiningrat dan Pemkot Solo.

Berdasarkan surat No. 10/PEN.PDT/EKS/2015/PN.Skt., Pemkot Solo, Radyapustaka, dan Kraton Kasunanan adalah termohon eksekusi yang hendak dipanggil (29/9) mendatang.

”Kalau aanmaning (peringatan) itu tidak bisa terpisah, semua yang tergugat dalam satu perkara sudah mendapat surat secara bersamaan,” kata Humas PN Surakarta, Mion Ginting, Rabu (9/9), dilansir Kedaulatan Rakyat.

Ketiga pihak tersebut diminta hadir pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, Mahkamah Agung memenangkan pihak ahli waris dalam perkara ini. Maka dari itu, ketiga tergugat diminta meninggalkan lahan yang ditempati.

Ginting menjelaskan, sebelum pelaksanaan eksekusi, tergugat berhak mendapatkan teguran untuk meninggalkan lahan yang dipersengketakan. Diberikan waktu tenggat delapan hari untuk meninggalkan tempat. Jika lewat dari hari itu, pengadilan berhak melaksanakan eksekusi.

Ditemui secara terpisah, Kuasa Hukum Pemkot Surakarta, Susiyani, tidak yakin jika eksekusi akan segera dilaksanakan.

“Aanmaning itu hanya formalitas saja,” katanya.

Susiyanti yang akan memenuhi undangan aanmaning mengatakan sudah menyiapkan surat agar eksekusi ditunda. Status lahan Taman Sriwedari masih dalam proses Peninjauan Kembali. Susiyani juga mengatakan bahwa pihaknya mempunyai Novum.

Museum Radyapustaka merupakan salah satu objek yang terkena eksekusi karena berada di kompleks lahan sengketa. Dengan demikian, masa depan Museum tertua di Indonesia itu terancam.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah tokoh masyarakat mengadakan sarasehan di Lesehan Pujasari, Kamis (10/9), pukul 10.00 WIB. Mereka mengajak media untuk hadir dan meliput sarasehan tersebut.

Sarasehan itu dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Surakarta Teguh Prakosa, Cawali Surakarta Anung Indro Susanto dan FX Hadi Rudyatmo, Ketua Tim Sukses Pilkada Sugeng Riyanto dan Putut Gunawan, serta seniman, pemerhati budaya, pecinta museum, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.