Home Berita Pilihan Din Minimi Menyerahkan Diri Secara Resmi Setelah Setahun Diburu

Din Minimi Menyerahkan Diri Secara Resmi Setelah Setahun Diburu

SHARE
Sutiyoso (foto: Tempo)
Sutiyoso (foto: Tempo)

Banda Aceh – Kelompok bersenjata pimpinan Nurdin bin Ismail alias Din Minimi akhirnya menyerahkan diri secara resmi pada Selasa (29/12) setelah diburu setahun lamanya oleh aparat TNI/Polri. Kelompok mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu menyerah kepada Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen TNI (Purn) Sutiyoso.

Sebelumnya, kelompok Din Minimi selalu lolos dari kejaran aparat TNI/Polri. Sebelum menyerahkan diri, mereka mengajukan enam syarat kepada Sutiyoso. Kepala BIN ini pun berjanji akan memenuhi semua syarat Din Minimi karena masih dinilai rasional.

Enam syarat yang diajukan oleh kelompok bersenjata Din Minimi adalah meminta reintegrasi perjanjian Helsinski, perhatian pemerintah kepada yatim piatu pasukan GAM, pemberian kesejahteraan kepada inong bale (janda-janda GAM) oleh pemerintah, penyelidikan penggunaan APBD Provinsi Aceh oleh KPK, peninjau independen saat pemilihan kepala daerah di Aceh pada tahun 2017, dan pemberian amnesti oleh pemerintah. Kelima syarat tersebut dipandang masuk akal dan akan diteruskan oleh Sutiyoso kepada pemerintah daerah dan Kementerian Sosial. Sedangkan syarat keenam akan dikomunikasikan kepada Presiden RI Joko Widodo, Kementerian terkait, dan DPR RI.

“Semua mantan GAM pada saat perjanjian Helsinski minta amnesti semua. Artinya ketika mereka minta juga saya kira tidak masalah,” ucap Sutiyoso, dilansir Kompas.

Sekitar 120 orang anggota Din Minimi turun gunung pada saat penyerahan diri itu. Selain menyerahkan diri, mereka juga menyerahkan senjata-senjata, amunisi, dan granat.