Home Berita Pilihan Wabah DBD, 31 Warga Samarinda Meninggal

Wabah DBD, 31 Warga Samarinda Meninggal

SHARE
Ilustrasi demam berdarah (foto: Tempo)
Ilustrasi demam berdarah (foto: Tempo)

Samarinda – Sebanyak 31 orang warga Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia karena terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Suharsono, Kabid Pengendalian Penyakit dan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kaltim, Selasa (29/3), menyatakan bahwa catatan korban meninggal tersebut adalah rangkuman dari bulan Januari hingga minggu kedua Maret 2016.

Dari data itu pula, diketahui bahwa ada 3.503 pasien DBD di 10 kabupaten/kota. Catatan tersebut termasuk 810 pasien di Kutai Kartanegara, 718 pasien di Kutai Timur. Kedua wilayah kabupaten itu merupakan wilayah yang mempunyai penderita DBD terbesar.

Provinsi Kaltim mengalami puncak wabah DBD sepanjang Januari 2016. Pada bulan tersebut, ada 1.900-an pasien terjangkit DBD. Sebanyak 18 orang meninggal dunia. Sedangkan pada Februari 2016, ada sekitar 1.500 pasien DBD yang dirawat. Korban meninggal sebanyak 13 orang.

Dinkes Kaltim telah memberitahukan wabah DBD ini ke seluruh daerah. Dinkes ingin daerah menetapkan status kejadian luar biasa terhadap penyebaran wabah DBD ini agar bisa ditangani lebih masif.

“Sejauh ini yang merespon baru Kabupaten Kutai Timur,” kata Suharsono, dilansir Tempo.

Di Kabupaten Berau, saking banyaknya pasien, lorong-lorong rumah sakit dijadikan tempat merawat pasien DBD. Kapasitas kamar yang ada sudah tidak mencukupi lagi untuk merawat mereka.