Home Berita Pilihan Rokok Murah, Indonesia Jadi Penyumbang Pecandu Rokok

Rokok Murah, Indonesia Jadi Penyumbang Pecandu Rokok

SHARE
Iklan rokok di lingkungan sekolah (foto: Tempo)
Iklan rokok di lingkungan sekolah (foto: Tempo)

Jakarta – Memperingati Hari Anti Tembakau, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengkhawatirkan tingkat kecanduan masyarakat Indonesia terhadap rokok yang tinggi karena harga rokok murah. Harga rokok yang dapat dijangkau pelajar ini semakin meningkatkan angka perokok remaja.

“Anak SMP sekarang saja kalau diberi uang jajan Rp5000 akan protes, maunya lebih. Padahal rokok-rokok murah di sekeliling sekolah itu banyak,” kata Nila, dilansir CNN Indonesia.

Meski harga rokok di Indonesia terus bertambah, dibandingkan dengan negara lain, rokok Indonesia masih tergolong sangat murah. Bahkan, harga rokok Indonesia termurah ketiga di ASEAN setelah Kamboja dan Vietnam.

Menurut survei Euromonitor International yang diadakan tahun 2013 tentang harga rokok Indonesia seperti dirilis Tobacco Control Support Center Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI) tahun 2016, harga sebatang rokok di negara ini tidak sampai Rp1.000,00.

Untuk mencoba mengurangi tingkat kecanduan masyarakat terhadap rokok, pemerintah menaikkan angka cukai rokok. Namun, besaran kenaikannya dianggap tidak seberapa. Bandingkan dengan rencana Australia yang menjual sebungkus rokok dengan harga rata-rata mencapai Rp450 ribu pada tahun 2020 mendatang.

Cukai produk tembakau di Australia akan naik hingga 12,5% pada tahun 2017 dan 2020. Dengan keputusan tersebut, Australia kini menjadi salah satu negara dengan rokok termahal di dunia. Rokok merek Marlboro dihargai Rp238 ribu di Australia. Sementara itu, rokok yang sama dapat dibeli di Indonesia dengan harga hanya Rp18 ribu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here