Home Berita Pilihan Bulan Ramadan, Peredaran Uang Palsu Meningkat

Bulan Ramadan, Peredaran Uang Palsu Meningkat

SHARE
Ilustrasi uang palsu (foto: flickr)Ilustrasi uang palsu (foto: flickr)
Ilustrasi uang palsu (foto: flickr)

Yogyakarta – Peredaran uang palsu disinyalir meningkat pada bulan Ramadan hingga Lebaran 2016. Menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Hilman Tisnawan, uang palsu lembaran Rp50 ribu dan Rp100 ribu cetakan tahun 2004 dan 2005 banyak beredar di provinsi tersebut.

Masyarakat diminta ikut melaporkan ke BI, ke bank, atau ke pihak berwajib apabila menemukan uang palsu berapa pun jumlahnya. Hingga akhir Mei 2016, Kantor Perwakilan BI DIY telah mengamankan 1.372 lembar uang palsu dengan total nilai lebih dari Rp100 juta. Uang palsu yang diamankan dalam bentuk pecahan Rp10 ribu hingga Rp100 ribu.

Peningkatan peredaran uang palsu juga terjadi di Provinsi Gorontalo. Pada triwulan I tahun 2016, uang palsu yang ditemukan meningkat dari tujuh lembar pada triwulan sebelumnya menjadi 10 lembar.

“Peningkatan itu terjadi pada pecahan uang nominal seratus ribu rupiah menjadi delapan lembar dari triwulan sebelumnya hanya lima lembar,” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Suryono, di Gorontalo, Senin (7/6), dilansir Republika.

Dua lembar pecahan uang nominal Rp50 ribu juga ditemukan pada triwulan I 2016. Senada dengan Hilman, Suryono juga meminta peran serta pemerintah dan masyarakat untuk melaporkan temuan uang palsu kepada pihak berwenang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here