Bupati Purwakarta Tanggapi Positif Wacana Kenaikan Tarif Cukai Rokok

Bupati Purwakarta Tanggapi Positif Wacana Kenaikan Tarif Cukai Rokok

SHARE
Dedi Mulyadi (foto: Republika)
Dedi Mulyadi (foto: Republika)

Purwakarta – Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, menanggapi kontroversi wacana kenaikan tarif cukai rokok dengan serius. Kenaikan tersebut akan membuat harga rokok per bungkus mencapai Rp50.000,00.

Dedi menyatakan, produsen tembakau tradisional akan untung apabila harga rokok melambung tinggi. Dia menduga, para perokok kelas berat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah akan berpindah ke rokok tradisional untuk menyiasati harga. Rokok tradisional jaman dahulu itu berupa rokok lintingan sendiri.

“Mereka akan merokok bako (tembakau) tampang, mole, dan marsbrand yang dilinting dengan daun kawung (aren) atau kertas papier,” kata Dedi, Senin (22/8), dilansir Tempo.

Namun, meskipun dia melihat ada celah positif untuk para petani tembakau dan perusahaan tembakau rumahan, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Harus ada sistem yang memperpendek saluran distribusi sehingga produsen tembakau rumahan menang harga dibandingkan dengan produsen pabrikan.

“Dengan begitu, para petani tembakau tradisional akan mengalami perubahan nasib yang signifikan.”

Lebih lanjut, Dedi mengatakan bahwa harga rokok yang relatif murah hanya menguntungkan produsen. Petani tembakau tetap hidup pas-pasan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY