Home Berita Pilihan Pengacara Mario Teguh Anggap Tes DNA Buang-buang Uang Saja

Pengacara Mario Teguh Anggap Tes DNA Buang-buang Uang Saja

SHARE
Mario dan Linna Teguh (foto: bintang.com)
Mario dan Linna Teguh (foto: bintang.com)

Jakarta – Seorang pemuda yang mengaku anak Mario Teguh, Ario Kiswinar, beberapa waktu lalu menantang Sang Motivator Golden Ways itu untuk untuk melakukan tes DNA guna membuktikan bahwa dirinya benar-benar anak kandung Mario. Ario Kiswinar pertama kali menyuarakan ke publik tentang jati dirinya dalam acara Hitam Putih yang dipandu presenter Deddy Corbuzier.

Kuasa hukum Mario Teguh, Vidi Syarief, menganggap tes DNA sebagai langkah yang membuang-buang uang.

“Jadi tes DNA menurut saya enggak efektif, percuma, buang-buang duit. Kalau nantinya tes DNA, apa pun hasilnya, akan timbul pro-kontra. Soalnya, nanti ada yang bilang, (hasil) ini salah, ini dibayar, ya, kan? Nanti Pak Mario dibilang: wah, ya, Pak Mario bisa bayar (manipulasi hasil tes), wong dia kaya. Kalau Kis, karena mungkin enggak punya uang: oh, iya, ada sponsornya yang ingin bisnis Pak Mario hancur.’ Semua fitnahan atau tuduhan itu pasti keluar,” kata Vidi Syarief pada sejumlah media di Jakarta hari Rabu (28/9), dilansir Berita Satu.

Vidi menganggap, tes DNA mungkin saja dilakukan, asalkan, prosedur tes tersebut sesuai dengan perintah pengadilan dan sudah masuk ranah hukum. Jika sudah demikian, barulah Mario Teguh bersedia untuk dites DNA-nya.

Mengenai ajakan Mario Teguh untuk tes DNA saat mengklarifikasi pernyataan Kiswinar di acara televisi “Sapa Indonesia Pagi” yang disiarkan oleh Kompas TV, Vidi mengatakan bahwa saat itu Mario sedang emosi dan kesal.

“Itulah. Pak Mario manusia juga kan, bukan dewa. Bisa emosi dan segala macam. Termasuk ucapan dia yang membuka aib mantan istrinya, itu harusnya tak dibuka oleh Mario. Inilah akibatnya kalau sudah sampai ke ranah publik, jadi enggak karuan semuanya. Itu pun, Bu Elsa (Syarief) sudah bilang: Pak Mario jangan bikin statement lagi, karena jadinya begini. Jadinya kacau-balau, saling-silang. Karena ada emosi, sudah jadi manusia, bukan motivator,” tutup Vidi.