Home Berita Pilihan Kini, Konsumen Tak Perlu Bayar Kantong Plastik di Toko Retail Modern

Kini, Konsumen Tak Perlu Bayar Kantong Plastik di Toko Retail Modern

SHARE

Jakarta – Program kantong plastik berbayar yang sempat diberlakukan oleh Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) kepada toko retail modern resmi dihentikan pada 1 Oktober 2016. Itu artinya kantong plastik untuk tempat barang-barang belanjaan itu kembali gratis. Hal ini berlaku sampai pemerintah menerbitkan peraturan baru yang lebih berkekuatan hukum.

“Setelah mempertimbangkan secara masak dan dampak yang berkembang, kami memutuskan menggratiskan kembali kantong plastik di seluruh retail modern mulai 1 Oktober 2016 hingga diterbitkannya peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berkekuatan hukum,” kata Ketua Umum Aprindo Roy N. Mandey, Senin (3/10), dilansir Tempo.

Program yang menuai banyak pro dan kontra ini pertama kali diujicoba pada (21/2) di 22 kota. Surat Edaran Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (Ditjen PSLB3) Nomor S.1230/PSLB3-PS /2016 tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar menjadi landasan untuk menjalankan program ini.

Pengelola retail modern diharuskan melaporkan pengeluaran kantong plastik kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan melalui Aprindo. Hasil laporan tersebut dijadikan evaluasi pemerintah.

Hasil laporan menunjukkan bahwa selama tiga bulan pertama masa uji coba, penggunaan kantong plastik turun menjadi sebesar 25-30%. Diketahui, 87,2% masyarakat mendukung kebijakan ini dan 91,6% bersedia membawa kantong belanjaan sendiri dari rumah.

Namun, meskipun telah dirilis perpanjangan program kantong plastik berbayar, masyarakat di daerah semakin banyak yang mengkritik kebijakan ini.Masyarakat menilai peretail modern memungut biaya tanpa berdasarkan peraturan hukum yang kuat. Masyarakat mengancam akan menuntut secara hukum. Padahal, sudah dilakukan sosialisasi melalui berbagai media.

Sejumlah peretail kemudian mundur dari komitmen yang sudah dibuat karena terus-menerus mendapatkan protes masyarakat.Keputusan peretail ini ditengarai memicu persaingan bisnis tidak sehat.

“Kami berharap peraturan terkait dengan penerapan kantong plastik tidak Gratis dapat segera diterbitkan agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal,” kata Roy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here