Home Berita Pilihan Perangkat Pengganti Masih Rawan Meledak, Produksi Samsung Galaxy Note 7 Dihentikan Selamanya

Perangkat Pengganti Masih Rawan Meledak, Produksi Samsung Galaxy Note 7 Dihentikan Selamanya

SHARE
Samsung Galaxy Note 7 milik Brian Green terbakar di dalam pesawat yang ditumpanginya (foto: tech.firstpost.com)Samsung Galaxy Note 7 milik Brian Green terbakar di dalam pesawat yang ditumpanginya (foto: tech.firstpost.com)
Samsung Galaxy Note 7 milik Brian Green terbakar di dalam pesawat yang ditumpanginya (foto: tech.firstpost.com)

Seoul – Produksi ponsel andalan perusahaan elektronik Samsung, Galaxy Note 7, dihentikan selamanya pada Selasa (11/10) setelah insiden baterai meledak yang menimpa beberapa pengguna produk tersebut. Padahal, Galaxy  Note 7 sempat mencatat angka pre-order tertinggi sepanjang sejarah ponsel Samsung Galaxy.

Ponsel yang dirilis pada Jumat (19/8) itu mengalami berbagai masalah yang merugikan pengguna. Hanya beberapa minggu setelah rilis, pengguna Galaxy Note 7 melaporkan bahwa ponselnya terbakar tiba-tiba. Bahkan, satu mobil terbakar habis akibat sang pemilik meninggalkan ponselnya dalam keadaan sedang mengisi daya saat dia hendak mengambil barang dari dalam rumahnya.

Insiden yang disebabkan oleh komponen baterai itu memaksa maskapai-maskapai penerbangan untuk melarang pemakaian Galaxy Note 7 di dalam pesawat. Menanggapi hal ini, Samsung menarik Galaxy Note 7 dari pasaran dunia pada bulan September 2016. Total sekitar 2,5 juta unit Galaxy Note 7 yang sudah dibeli konsumen ditukar dengan versi baru yang diklaim sudah aman.

Namun, ternyata, versi pengganti ini masih rawan terbakar. Sudah ada lima kasus terbakarnya Galaxy Note 7 versi baru di Amerika Serikat. Salah satu insiden terjadi di sebuah pesawat.

Dengan sangat terpaksa, pihak Samsung menghentikan produksi Galaxy Note 7. Samsung mengimbau para pemilik ponsel tersebut untuk mematikan ponselnya dan tidak memakainya lagi.

“Karena keselamatan konsumen adalah prioritas tertinggi, kami telah memutuskan untuk menghentikan penjualan dan produksi Galaxy Note 7,” ujar pihak Samsung kepada The Wall Street Journal yang dilansir KompasTekno.

Keputusan tersebut disampaikan dalam sebuah pengajuan dokumen kepada regulator di Korea Selatan, sehari setelah pihak Samsung memutuskan untuk menghentikan sementara produksi ponsel tersebut. Dampaknya, harga saham Samsung turun 8%. Penurunan tersebut tercatat sebagai penurunan saham Samsung yang terbesar dalam delapan tahun terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here