Home Berita Pilihan Polri Bentuk Karo Multimedia untuk Perangi Berita Fitnah

Polri Bentuk Karo Multimedia untuk Perangi Berita Fitnah

SHARE
ilustrasi hoax (foto: istockphoto)
ilustrasi hoax (foto: istockphoto)

Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa Polri serius melawan berita-berita fitnah dan provokasi yang kerap dipublikasikan di situs berita abal-abal. Berita-berita bohong ini kemudian diedarkan luas melalui media sosial terutama Twitter, Instagram, Facebook, dan YouTube.

Sebagai langkah nyata melawan kejahatan cyber terutama hate speech, hoax, dan terorisme, Polri membentuk Kepala Biro (Karo) Multimedia yang akan memperkuat Divisi Humas. Karo Multimedia akan diisi oleh jenderal bintang satu.

Polri memprediksi bahwa kejahatan-kejahatan cyber akan masih marak di tahun 2017. Kabiro Multimedia bertugas menetralisir dan mengklarifikasi berita-berita palsu di media sosial serta mengedukasi masyarakat tentang larangan menyebarkan berita hoax dan provokatif.

”Saya ucapkan terima kasih pada media mainstream yang memberitakan hal yang seimbang. Tahun depan kita akan terus menekan dampak negatif utamanya dari media sosial. Semua orang hari ini bisa mengupload apa saja sepanjang punya akses pada internet. Media sosial ini tidak bertuan,” kata Tito, dilansir Berita Satu.

Menurut Tito, penggunaan media sosial banyak mengandung sisi positif karena akan menciptakan transparansi. Meskipun demikian, penggunaan media sosial juga bisa menimbulkan dampak negatif yaitu menimbulkan perpecahan.

Untuk itulah, Tito mengimbau masyarakat untuk tidak mengunggah konten yang provokatif.

“Juga jangan mudah share info tidak jelas asal-usulnya. Bisa dicek dulu di Google atau sumber lain karena (berita palsu) kalau sudah viral akan sangat berbahaya,” kata Tito.

Di level penegakan hukum, Subdirektorat Cyber Crime Bareskrim akan berdiri sendiri menjadi Direktorat Cyber Crime. Nantinya, Direktorat Cyber Crime akan diisi seorang Brigjen. Level direktorat ini sama dengan Direktorat Pidana Umum, Direktorat Pidana Khusus, Direktorat Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Narkoba, dan Direktorat Tindak Pidana Tertentu.

Tito juga menambahkan bahwa Polri akan membentuk Direktur Kontra Intelejen yang akan menangani media sosial di Badan Intelejen dan Keamanan Polri. Direktur akan dijabat oleh polisi bintang satu. Tugasnya menangkal propaganda dan menegakkan hukum bersama dengan Direktorat Cyber Crime.

”(Saat ini masih) Brigjen, nanti akan diisi oleh Irjen, di bawahnya ada Wakadensus (Brigjen) dan lalu ditambah juga ada Kasubden Cyber Crime.”

Jumat (30/12) pukul 15.00 WIB, akan diadakan rapat terbatas tingkat nasional untuk membahas Perpres, gugus tugas, dan revisi UU Cyber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here