Tersangka Penembakan Masjid di Quebec Seorang Mahasiswa

Tersangka Penembakan Masjid di Quebec Seorang Mahasiswa

SHARE
Polisi Mengecek TKP Penembakan Masjid Quebec, Senin (30/1) waktu setempat (foto: THE CANADIAN PRESS/Paul Chiasson)
Polisi Mengecek TKP Penembakan Masjid Quebec, Senin (30/1) waktu setempat (foto: THE CANADIAN PRESS/Paul Chiasson)

Quebec – Enam orang meninggal, lima orang kritis, dan 12 lainnya terluka dalam peristiwa penembakan di sebuah masjid di Quebec, Kanada, Senin (30/1) waktu setempat. Seorang mahasiswa keturunan Prancis bernama Alexandre Bissonnette ditetapkan sebagai tersangka tunggal.

Bissonnette yang kini telah ditahan diduga berperan menjadi “lone wolf” alias melakukan aksi teror tanpa terhubung dengan jaringan teror manapun. Kepolisian Quebec belum bisa memastikan motif di balik apa yang dilakukan Bissonnette. Dia akan segera diadili.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, secara terpisah mengatakan kepada anggota Majelis Rendah bahwa insiden penembakan di Centre Culturel Islamique de Quebec sebagai serangan teroris. Dia menyampaikan pesan kepada komunitas Muslim di Kanada bahwa negara tersebut sangat terbuka dan menghormati penganut Islam.

“Kejadian keji kemarin bukan hanya kejahatan terhadap komunitas Muslim, tapi seluruh warga negara Kanada. Kami akan melindungi dan berdiri di belakang kalian,” tuturnya, dilansir CNN.

Kejadian penembakan ini merupakan sebuah kejadian luar biasa karena hampir mustahil terjadi di Kanada. Pasalnya, pengawasan pemerintah setempat terhadap peredaran senjata api lebih ketat dibandingkan dengan Amerika Serikat. Di kota berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa itu, hanya terjadi dua kasus pembunuhan pada tahun 2015.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY