Home Berita Pilihan Terlalu Sering Sebar Berita Hoax, Buzzer Diharamkan Muhammadiyah

Terlalu Sering Sebar Berita Hoax, Buzzer Diharamkan Muhammadiyah

SHARE
Dialog Pers bertajuk
Dialog Pers bertajuk "Memerangi Hoax dan Menangkal Penyalahgunaan Medsos. Perlukah Fiqih Jurnalistik?" di Jalan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/2). (Suara Pembaruan/ Yustinus Paat)

Jakarta – Dalam Dialog Pers bertajuk “Memerangi Hoax dan Menangkal Penyalahgunaan Medsos. Perlukan Fiqih Jurnalistik?” yang diselenggarakan pada Selasa (21/2) kemarin, Muhammadiyah sepakat mewacanakan untuk mengharamkan profesi buzzer. Profesi tersebut dianggap sering menyebarkan berita hoax yang pada akhirnya membuat masyarakat gaduh.

Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Edy Kuscahyanto, mengatakan bahwa buzzer meresahkan orang lain dan membunuh karakter.

“Misalnya, ada buzzer yang mempelesetkan Anis Baswedan dengan Anis Bus Edan. Itu kan, nama orang, apakah pantas digituin? Itu hanya salah satunya. Banyak juga orang yang yang diperlakukan seperti itu di media sosial, padahal tidak nyata-nyata berbuat seperti yang dituduhkan di media sosial,”ungkap dia, dilansir Berita Satu.

Tidak hanya para buzzer yang dianggap haram tetapi juga para pembayar buzzer tersebut. Tentu saja, para buzzer ini tidak akan bekerja tanpa ada yang membayarnya.

Meskipun ada UU ITE dan sistem cyber crime yang bisa digunakan untuk menindak para buzzer penyebar hoax, keberadaan dua perangkat hukum tersebut belum optimal mencegah penyebaran berita bohong.

Dengan adanya fatwa haram, orang-orang bisa menahan diri untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Fatwa haram ini akan diusulkan dalam tanwir Muhammadiyah di Ambon, 24-25 Februari 2017 mendatang.

Acara yang diselenggarakan di Jalan Menteng, Jakarta Pusat, itu, dihadiri oleh beberapa narasumber selain Edy. Mereka adalah Guru Besar Komunikasi Universitas Indonesia, Ibnu Hamad; Direktur Uji Kompetensi Wartawan PWI Pusat, Usman Yatim; dan Pakar Media Sosial, Rulli Nasrullah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here