Park Geun-hye Resmi Dimakzulkan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan

Park Geun-hye Resmi Dimakzulkan Mahkamah Konstitusi Korea Selatan

SHARE
Park Geun Hye
Park Geun Hye

Seoul – Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, harus meletakkan jabatan kepresidenannya setelah Mahkamah Konstitusi meloloskan mosi pemakzulan. Mosi tersebut diajukan oleh parlemen sekitar pertengahan Desember 2016 lalu.

Dalam sidang proses pemakzulan, Ketua Hakim MK, Lee Jung-Mi, mengatakan bahwa tindakan Park merusak semangat demokrasi dan supremasi hukum dengan sangat serius. Dengan memertimbangkan hal tersebut, Presiden Park resmi diberhentikan.

Park Geun-hye diduga terlibat skandal korupsi dan pembocoran rahasia negara. Dua hal ini merupakan alasan utama dia dimakzulkan. Keputusan yang diambil oleh MK pada Jumat (10/3) sudah bulat. Ini sekaligus menjadi puncak kekacauan politik di Korea Selatan yang telah berlangsung sekitar empat bulan lebih.

Untuk mengisi kekosongan posisi Presiden, kewenangan eksekutif diserahkan kepada Perdana Menteri Korsel, Hwang Kyo-ahn. Setelah itu, dalam waktu 60 hari ke depan, Korsel akan segera mengadakan pemilihan umum.

Keputusan yang dibuat MK itu sekaligus mengakhiri kekebalan eksekutifnya sehingga kini dia dapat diadili. Sebelumnya, Park ditetapkan oleh jaksa sebagai kaki tangan Choi Son-sil. Kerabat dekatnya itu menggunakan Park sebagai sarana memberikan tekanan pada konglomerat Korsel sehingga mereka mau memberikan dana jutaan dolar ke dua yayasan pribadi Choi.

Sebagai otak dan pusat dari skandal korupsi tersebut, Choi telah ditahan. Dakwaan yang ditujukan kepadanya adalah penyalahgunaan kekuasaan. Dai pun didakwa memanfaatkan kedekatannya dengan presiden untuk kepentingan pribadinya.

Salah satu pendono terbesar yayasan Choi, Jay Y. Lee, juga turut terseret. Lee adalah seorang pengusaha sekaligus bos Samsung Group. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka karena dituduh menyuap dan bersekongkol dengan pemerintah dalam merger dua anak perusahaan Samsung. Proses merger itu berlangsung pada tahun 2015 silam.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY