Home Berita Pilihan Jogja Bebas dari Kampus Abal-abal

Jogja Bebas dari Kampus Abal-abal

SHARE
Ilustrasi wisudawan abal-abal
Ilustrasi wisudawan abal-abal

Yogyakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. Mohamad Nasir mengatakan bahwa Yogyakarta bebas dari kampus abal-abal.

Selama tahun 2016 hingga sekarang, sudah ada 140 perguruan tinggi di Indonesia yang ditutup. Secara keseluruhan, ada 243 perhuruan tinggi di Indonesia yang masuk ke dalam daftar pembinaan. Kota Pelajar Yogyakarta termasuk ke dalam kota yang bebas dari jenis-jenis kampus abal-abal tersebut.

“Walau punya izin, kampus abal-abal itu tidak mengikuti proses pembelajaran yang benar. Tidak ada kuliah tetapi memberikan ijazah,” ujar M Nasir saat launching Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di Yogyakarta, Jumat(10/3), dilansir Berita Satu.

Sebanyak 103 yang masih dalam tahap pembinaan sudah menujukkan perbaikan.

Akan tetapi, dengan jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang mencapai 4.520, hanya ada segelintir yang berhasil menembus peringkat Top 500 perguruan tinggi terbaik dunia. Beberapa di antaranya adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung.

Hal ini berbeda dengan Tiongkok yang belasan perguruan tingginya mampu masuk ke dalam daftar 500 perguruan tinggi terbaik dunia.

Padahal, jika dilihat dari kuantitas perguruan tinggi di Indonesia, jumlahnya melebihi perguruan tinggi di Tiongkok. Di negeri Tirai Bambu yang penduduknya mencapai 1,4miliar, hanya ada 2.824 perguruan tinggi.

“Penduduk China yang jumlahnya enam kali lipat dari Indonesia, hanya punya 2,824 perguruan tinggi, sementara Indonesia jumlah perguruan tingginya dua kali lipat dari China. Bagaimana jika mahasiswa China berbondong-bondong ke Indonesia,” katanya.

Maka dari itu, Nasir mengatakan bahwa kuantitas perguruan tinggi di Indonesia harus bisa mengimbangi kualitasnya. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan perbaikan secara kinerja. Dia berharap, perguruan tinggi di Indonesia dapat menerapkan kerja keras dan kerja cerdas untuk bisa meningkatkan kualitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here