Waspada Penyakit Udang Vaname Penyebab Gagal Panen

Waspada Penyakit Udang Vaname Penyebab Gagal Panen

SHARE
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, meninjau pesisir Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomala, Kabupaten Kolaka (foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan)
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, meninjau pesisir Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomala, Kabupaten Kolaka (foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan)

Kolaka – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengatakan bahwa para petani tambak harus mewaspadai adanya penyakit turunan pada udang vaname. Penyakit tersebut sulit dideteksi.

Hal ini dia sampaikan saat mengunjungi para petani tambak di Kota Kolaka, Sulawesi Tenggara. Dia menjelaskan bahwa udang vaname adalah udang berkualitas bagus serta memiliki harga jual tinggi. Akan tetapi, penyakit bawaan udang vaname telah menyebabkan petani-petani di beberapa negara di dunia gagal panen.

Dijelaskan oleh Menteri Susi, dirinya memang belum mendapatkan kabar bahwa penyakit tersebut ada di Indonesia, apalagi di Kolaka. Meskipun demikian, dia tetap meminta semua pihak untuk mewaspadai persebaran penyakit tersebut.

Terkait udang vaname, dirinya mengaku sudah sulit menemukan udang vaname berukuran besar. Namun, dia bisa mendapatkan udang vaname berukuran sangat besar di Kolaka.

“Namun sangat disayangkan, sepajang jalan tadi masih banyak tambak yang tidur. Tidak diolah, nanti petani tambak kerja sama dengan pihak perbankan. Saya akan bicara dengan pimpinan mereka. Petani tambak boleh pinjam modal tetapi kalau sudah panen dibayar ya. Masalah nominalnya silahkan bicara sendiri dengan pihak perbankan,” tambahnya, dilansir Kompas.

Bupati Kolaka, Ahmad Safei, mengatakan bahwa petani bisa mendapatkan 5.000 ton udang vaname dari luas areal tambak 8.000 hektare setiap musim panen di Kolaka. Dia pun berharap melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian KKP Kolaka bisa menjadi daerah penghasil udang terbaik di Indonesia.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY