Korban Serangan Teroris di London Bertambah

Korban Serangan Teroris di London Bertambah

SHARE
Serangan teror di Westminster (foto: Reuters/Toby Melville)
Serangan teror di Westminster (foto: Reuters/Toby Melville)

London – Aksi terorisme terjadi di dekat gedung parlemen Inggris di London, Rabu (22/3). Korban meninggal yang semula berjumlah empat orang bertambah menjadi lima orang. Sedangkan korban luka-luka berjumlah 40 orang.

Kejadian itu bermula dari sebuah mobil melaju kencang dan menabrak pejalan kaki di Jembatan Westminster. Seorang pelaku yang keluar dari mobil menikam polisi hingga tewas. Polisi terpaksa menembak mati pelaku. Sementara itu, polisi yang ditusuknya, Keith Palmer (48), tewas.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengecam keras serangan ini dan melabelinya sebagai tindakan yang “sakit dan bejat”. Dia yakin sekali serangan tersebut dimaksudkan untuk menyerang nilai-nilai kebebasan dan demokrasi.  Namun, serangan yang dilakukan di jantung Kota London itu tidak akan berhasil.

“Kami akan maju bersama dan tidak akan pernah menyerah pada teror. Kami tak akan membiarkan suara kebencian dan tindak kejahatan,” ujarnya, dilansir Berita Satu

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan pernyataan mengecam serangan yang terjadi di London. Dia menyampaikan hal ini saat berada di Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Kamis (24/3).

Jokowi mengajak dunia internasional untuk bersatu memerangi ancaman terorisme. Presiden juga menyampaikan ucapan duka cita kepada para korban.

Dalam serangan tersebut, tidak ada Warga Negara Indonesia yang menjadi korban. Meskipun demikian, Kedutaan Besar RI di London mengimbau WNI agar menghindari sejumlah kawasan di Kota London.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY