Home Berita Pilihan Anak Gugat Ibu Rp1,8 Miliar Dinilai Sebagai Kekerasan Terhadap Lansia

Anak Gugat Ibu Rp1,8 Miliar Dinilai Sebagai Kekerasan Terhadap Lansia

SHARE
Ilustrasi hukum
Ilustrasi hukum

Bandung – Nitta Kusnia Widjaja, Ketua Bidang Advokasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan bahwa pihaknya menilai gugatan anak terhadap ibu sebesar Rp1,8 miliar di Pengadilan Negeri Garut masuk dalam kategori kekerasan terhadap lanjut usia.

Diketahui, anak kandung dari Siti Rokayah (83) menggugat ibunya terkait masalah utang piutang. Penggugat bernama Yani Suryani (anak Siti) dan Handoyo Adianto (suami Yani). Tergugat adalah warga Kecamatan Garut Kota sedangkan penggugat adalah warga Jakarta Timur.

“Atas kasus itulah kami P2TP2A Garut akan mendampingi Ibu Siti Rokayah selaku tergugat,” kata Nitta perihal kasus perdata tersebut, dilansir Kompas.

Pendampingan hukum terhadap lansia itu memiliki dasar aturan Undang-undang Perlindungan Lansia No. 43 Tahun 2004 Pasal 60. Nitta pun berpendapat bahwa masalah utang piutang keluarga seharusnya tidak perlu diselesaikan di meja persidangan.

“Saya sendiri heran anak dan menantunya melayangkan gugatan senilai Rp 1,8 miliar,” katanya.

Gugatan yang dilayangkan anak dan menantu memunculkan spekulasi atau anggapan bahwa penggugat ingin menguasai harta tergugat. Kasus ini selayaknya menjadi pembelajaran agar anak-anak menghargai ibu yang telah melahirkan mereka.

Saat ini, kasus perdata tersebut telah memasuki proses persidangan keenam di Pengadilan Negeri Garut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here