Miryam S. Haryani Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi e-KTP

Miryam S. Haryani Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi e-KTP

SHARE
Miryam S. Haryani
Miryam S. Haryani

Jakarta – Mantan anggota Komisi II DPR periode 2009-2014 dari Fraksi Hanura, Miryam S. Haryani, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia dituduh memberikan keterangan tidak benar di bawah sumpah.

Juru bicara KPK, Febridiansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/4), kemarin mengatakan bahwa penetapan kasus ini dilakukan KPK setelah mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan perkara e-KTP, Miryam diduga memberikan keterangan tidak benar di bawah sumpah. Miryam tidak mau mengakui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dirinya saat proses penyidikan. Terdakwa dalam persidangan tersebut adalah dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

“Tersangka MSH diduga dengan sengaja tidak memberikan keterangan atau berikan keterangan yang tidak benar di persidangan eKTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto,” kata Febri, dilansir Berita Satu.

Miryam pun disangkakan melanggar Pasal 22 juncto Pasal 35 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Selain Irman dan Sugiharto, KPK telah menetapkan Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Andi adalah seorang pengusaha rekanan Kemdagri.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY