Home Berita Pilihan Twitter Indonesia Edukasi Netizen Soal Hoax

Twitter Indonesia Edukasi Netizen Soal Hoax

SHARE
logo Twitter
logo Twitter

Jakarta – Pemblokiran untuk mengatasi berita palsu alias hoax dinilai Agung Yudha tidak efektif. Pria yang menjabat sebagai Public Policy Lead Twitter Indonesia ini menyatakan bahwa seharusnya penyebaran hoax dilawan dengan konten-konten positif yang diproduksi oleh media online.

Saat berbicara di acara Deklarasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (18/4), Agung Yudha mengemukakan bahwa musuh internet dahulu adalah spam. Dewasa ini, selain spam, dunia maya mendapatkan serbuan hoax yang sangat masif.

“Ketimbang pemblokiran dan penapisan, kami lebih percaya bahwa memborbardir media dengan konten-konten positif bisa lebih efektif dalam menekan peredaran hoax,” kata Agung Yudha, dilansir Berita Satu.

Agung juga meminta partisipasi masyarakat untuk melaporkan akun Twitter yang menyebarkan berita hoax atau menuliskan ujaran kebencian. Tindakan tersebut perlu dilakukan agar konten palsu atau ujaran kebencian tidak menjadi viral.

“Terkait hoax, di Twitter sebetulnya sudah ada aturannya dan user kita patuh pada hal itu. Saya juga meminta bantuan kepada para user agar tidak segan-segan melaporkan akun yang melakukan pelanggaran, baik itu ke Twitter atau kalau melanggar hukum pidana bisa dilaporkan secara hukum,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu, perwakilan Twitter Asia Pasific dan Twitter Indonesia mengadakan pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas penanganan berita hoax di media sosial. Twitter pun berkomitmen membantu pemerintah Indonesia untuk meningkatkan literasi digital dan merespon lebih cepat laporan adanya akun yang bertentangan dengan peraturan di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here