11 Pendaki Tersambar Petir di Gunung Prau, Dua Dirawat Intensif

11 Pendaki Tersambar Petir di Gunung Prau, Dua Dirawat Intensif

SHARE
Petugas polisi resort Wonosobo mengggendeng salah seorang pendaki yang mengalami luka-luka akibat tersambar petir saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Prau, Minggu (23/4/2107) malam. (Dok. Bid Humas Polda Jateng)
Petugas polisi resort Wonosobo mengggendeng salah seorang pendaki yang mengalami luka-luka akibat tersambar petir saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Prau, Minggu (23/4/2107) malam. (Dok. Bid Humas Polda Jateng)

Wonosobo – Dua dari 11 pendaki yang tersambar petir di Gunung Prau, Dieng, Kabupaten Wonosobo, dirawat intensif di RSUD Wonosobo. Dua pendaki tersebut adalah Muhammad Ikbal (29) asal Sunter, Jakarta Utara dan Danang (28) asal Cipinang, Jakarta Timur.

“Dua orang yang masih dirawat itu karena masih mengalami gangguan pada jantungnya,” jelas Kepala Sub Bagian Humas Polres Wonosobo AKP Agus Priyono, dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (25/4), dilansir Kompas.

Saat ini, Danang dirawat di ruang High Care Unit (HCU) dan Ikbal di ruang Intensif Care Unit (ICU) RSUD Wonosobo. Dua korban tersebut harus dipastikan dalam kondisi membaik sebelum diputuskan untuk pulang.

Agus mengatakan bahwa Danang mengalami luka bakar di punggung. Dokter spesialis masih melakukan pengecekan kepada Danang untuk memastikan apakah dirinya bisa dibawa pulang. Sebab, keluarga sudah ingin membawanya pulang.

Saat peristiwa terjadi, seluruh pendaki sedang memasang bivak atau tenda untuk beristirahat makan siang. Tidak ada dari mereak yang sedang berswafoto atau naik ke pohon.

“Kemungkinan lokasi tersebut bekas tower pemancar alat telekomunikasi yang masih tersisa. Kejadian itu berlangsung sangat cepat. Petir dan kilat menyambar dua kali hingga mereka terpental,” papar Agus.

Dalam peristiwa tersebut, tiga orang meninggal dunia karena mengalami luka yang sangat parah. Mereka adalah Aditya Agung Darmawan (30), Adi Setiawan (31), dan Deden Hidayat Maulana (31). Aditya dan Adi adalah warga asal Jalan Cipinang Muara II, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Sedangkan Deden adalah warga Jalan Benuang No. 44 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Sementara itu, enam orang korban luka sudah diperbolehkan pulang. Mereka diantar pulang dengan menggunakan bus pada Selasa (25/4) pagi.

Untuk sementara ini, Gunung Prau ditutup untuk aktivitas pendakian dari semua jalur. Penutupan tersebut dilakukan selama seminggu ke depan. Kebijakan ini diambil karena cuaca ekstrem masih melanda kawasan tersebut. BPBD Kabupaten Wonosobo, perangkat desa, aparat kepolisian, dan pengelola basecamp turut memutuskan kebijakan menutup jalur pendakian selama seminggu tersebut.

“Kalau ada wisatawan yang terlanjur tiba di basecamp Gunung Prau, kami sarankan untuk mendaki ke puncak Sikunir saja,” imbau salah satu petugas BPBD Wonosobo, Sabarno.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY