Home Berita Pilihan Kasus SKL BLBI, Syafruddin Arsyad Temenggung Dicekal

Kasus SKL BLBI, Syafruddin Arsyad Temenggung Dicekal

SHARE
Syafruddin Arsyad Temenggung (foto: Kompas)
Syafruddin Arsyad Temenggung (foto: Kompas)

Jakarta – Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung dicegah bepergian ke luar negeri. Permintaan cegah itu dilayangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM terkait kasus Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI). Dalam kasus tersebut, Syafruddin ditetapkan sebagai tersangka.

Surat permintaan cegah telah dilayangkan sejak 21 Maret 2017. Menurut juru bicara KPK, Febri Diansyah, surat tersebut berlaku untuk enam bulan ke depan. Hingga September 2017 mendatang, Syafruddin tidak diperbolehkan bepergian ke luar negeri.

Syafruddin diduga telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam penerbitan SKL kepada Sjamsul Nursalim, pemegang saham dan pengendali Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI). SKL BLBI itu diterbitkan pada tahun 2004. Akibat tindak pidana ini, keuangan negara diperkirakan merugi hingga Rp3,7 triliun.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Syafruddin disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here