Petinggi Kaspersky Lab Sebut Indonesia Korban Terparah Kedua Ransomware WannaCry

Petinggi Kaspersky Lab Sebut Indonesia Korban Terparah Kedua Ransomware WannaCry

SHARE
David Balcar
David Balcar

Jakarta – David Balcar selaku Senior Evangelist dari perusahaan keamanan siber, Kaspersky Lab, menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara terparah kedua yang terkena serangan Ransomware WannaCrypt. Pernyataan ini dia sampaikan saat diwawancarai oleh Majalah Investor baru-baru ini. Sementara itu, Rusia adalah negara terparah yang paling banyak menerima serangan ransomware yang dikenal dengan nama WannaCry tersebut.

Dalam wawancara tersebut, Balcar mengemukakan langkah-langkah penting untuk mengantisipasi serangan ransomware dan virus. Dia juga mengemukakan dampak serangan tersebut bagi dunia siber nasional dan global.

Saat ini, Kaspersky Lab sedang meneliti serangan tersebut untuk membuat proteksi dari malware WannaCry. Balcar mengklaim bahwa klien Kaspersky belum pernah mengeluh telah terkena ransomware tersebut sejak serangannya meluas selama empat atau lima hari.  Fitur yang ada di antivirus Kaspersky diklaimnya mampu memblokir ransomware.

Pelaku penyebar ransomware mengunci berkas-berkas pemilik komputer yang terinfeksi lalu meminta tebusan dalam bentuk bitcoin. Sang pelaku mengaku akan membuka kembali berkas-berkas yang tidak dapat diakses tersebut apabila pemilik komputer mau memberikan tebusan tersebut. Hingga Kamis (18/5), sudah ada 295 orang yang membayar tebusan sebanyak 45.191 bitcoin atau setara 80.673 dolar Amerika.

Ketika ditanya soal rumor serangan dari Korea Utara, David Balcar mengaku belum bisa 100% memastikan kebenarannya. Memang, diketahui serangan berasal dari kelompok yang disebut dengan Lazarus Group. Meskipun kelompok tersebut diperkirakan berasal dari Korea Utara, bisa saja mereka mengambil kode nomor tertentu dan menempatkannya di Korea Utara. Untuk benar-benar mengetahui lokasi penyebaran ransomware, mereka perlu riset yang panjang.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY