Home Berita Pilihan Patrialis Akbar Ajukan Permohonan Sebagai Tahanan Rumah

Patrialis Akbar Ajukan Permohonan Sebagai Tahanan Rumah

SHARE
Patrialis Akbar
Patrialis Akbar

Jakarta – Patrialis Akbar, terdakwa kasus dugaan suap terkait uji materi UU 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, mengajukan permohonan sebagai tahanan kota atau tahanan rumah kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (19/6). Mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengajukan permohonan tersebut karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk menjalani masa tahanan di dalam Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (Rutan KPK).

“Itu menjadi hak Anda selaku terdakwa. Kami punya waktu untuk mempertimbangkan,” kata Ketua Majelis Hakim, Nawawi Pamulago, dilansir CNN Indonesia.

Menurut kuasa hukum Patrialis, Soesilo Arie Wibowo, kliennya sudah lama mengidap sakit jantung dan penyempitan pembuluh darah di kepala. Kondisi tersebut menyebabkan mantan Menteri Hukum dan HAM itu harus mengajukan izin berulang kali kepada majelis hakim untuk berobat tiap minggu ke RSPAD Gatot Subroto.

Usai persidangan, Soesilo menyatakan bahwa Patrialis berinisiatif mengajukan pengalihan penahanan menjadi tahanan kota daripada harus bolak-balik mengajukan izin berobat. Soesilo juga menyatakan bahwa dokter dari KPK yang ditugaskan menangani kliennya itu juga telah mengetahui penyakit yang diderita Patrialis.

“Mudah-mudahan saja dikabulkan,” kata Soesilo.

Patrialis Akbar didakwa menerima suap sebesar 70.000 dolar Amerika Serikat, Rp4,04 juta, dan menerima janji berupa uang Rp2 miliar dari Basuki Hariman dan anak buahnya, Ng Fenny. Basuki adalah pengusaha impor daging sapi. Basuki memberikan suap tersebut diduga untuk memengaruhi putusan perkara nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait uji materi UU 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here