Pemasok Sayur Mayur Keluhkan Kerugian Puluhan Juta Akibat Kemacetan Saat Lebaran

Pemasok Sayur Mayur Keluhkan Kerugian Puluhan Juta Akibat Kemacetan Saat Lebaran

SHARE
Ilustrasi sayuran (foto: kapefm)
Ilustrasi sayuran (foto: kapefm)

Cianjur – Kemacetan akibat arus mudik dan arus balik Lebaran 2017 membuat pemasok sayur mayur di Cianjur, Jawa Barat, harus merugi puluhan juta rupiah. Seharusnya, sayur mayur yang dipasoknya sampai ke Jabodetabek. Namun, di tengah jalan, sayur mayur tersebut keburu membusuk sebelum berhasil dikirimkan. Akhirnya, produk hasil bumi tersebut harus dibuang.

“Beberapa kali polisi memberlakukan sistem buka tutup dan satu jalur, sehingga arus sering terhenti untuk beberapa jam, sehingga sayur yang kami bawa tidak lagi segar bahkan sudah membusuk sebelum sampai,” kata Ujang Ibin (40) seorang pemasok sayuran pada wartawan, Minggu (2/7), dilansir Antaranews.

Menurut Ujang, para pemasok sayuran di Agro Cigombong, Cipanas, kesulitan mendistribusikan barang ke Jakarta karena terjebak macek di Jalur Puncak-Cipanas. Karena macet total, sayuran seperti sawi hijau, sawi putih, tomat, dan sayuran lain dengan kadar air tinggi cepat membusuk.

“Ada yang sampai busuk di terminal Cigombong, ada juga yang busuk di jalan. Jadi kadang ketika sampai hanya setengahnya yang diterima pemesanan karena melihat kondisi bagus atau tidak,” katanya.

Satu pemasok biasanya mendapatkan untung sekitar Rp3 hingga Rp5 juta sekali pengiriman. Mereka harus merugi cukup besar karena tidak bisa mengirim beberapa hari saat musim mudik dan balik terjadi.

Ujang berharap pemerintah daerah segera membangun Jalur Puncak II sebagai solusi kemacetan yang terjadi setiap Lebaran. Kemacetan yang terus berulang setiap tahun tersebut membuat perekonomian warga, terutama puluhan pemasok di Agro Cigombong, terganggu.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY