Pegawai Minimarket Curi Uang 202 Juta

Pegawai Minimarket Curi Uang 202 Juta

SHARE
Ilustrasi minimarket (foto: minimarketrak.com)
Ilustrasi minimarket (foto: minimarketrak.com)

Surabaya – Seorang pegawai minimarket Reny Ekspress yang berlokasi di Jalan Bratang Gede, Kota Surabaya, mengaku mencuri uang senilai Rp202 juta dari tempat kerjanya itu. Kasus ini diungkap Polrestabes Surabaya setelah pemilik minimarket melaporkan kejanggalan dari uang keuntungan operasional minimarket.

Sang pemilik menyadari bahwa keuntungan dari kegiatan operasional minimarket kerap tidak sesuai dengan perhitungan hasil rekap. Maka dari itu dia melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya untuk diselidiki.

Setelah memeriksa sejumlah saksi, polisi melanjutkan penyelidikan yang mengarah kepada seorang karyawan bernama Yul. Akhirnya, Yul mengakui perbuatannya.

“Pelakunya berinisial Yul, warga Desa Telemang, Ngimbang, Lamongan, ternyata adalah karyawan di Minimarket Reny Ekspress itu sendiri,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga, dalam jumpa pers di Surabaya, Rabu (5/7), dilansir Berita Satu.

Sebelumnya, polisi sudah mencurigai bahwa pelakunya adalah karyawan minimarket itu sendiri. Usai mengaku, Yul digeledah polisi dan sejumlah barang bukti disita. Barang bukti tersebut di antaranya adalah sebuah karung beras berisi uang total Rp202 juta. Karung tersebut disembunyikan Yul di sebuah ruangan lantai tiga minimarket Reny Ekspress.

Yul mengaku bahwa uang senilai Rp202 juta tersebut dia dapatkan setelah mencuri secara bertahap hampir setiap hari selama setahun terakhir. Dia mengambil hasil keuntungan toko setiap hari dengan jumlah tidak tentu mulai dari Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.

Adapun alasannya menyembunyikan hasil curian di dalam karung beras di toko tersebut adalah agar orang-orang tidak curiga karena dirinya tidak perlu keluar-masuk toko. Pemuda berusia 21 tahun ini berencana akan membawa uang hasil curiannya ke Lamongan dan tidak kembali lagi ke Surabaya. Dia berencana akan membangun rumah dan memenuhi kebutuhan keluarga dengan uang tersebut. Selama bekerja, dia tinggal di sebuah mess karyawan yang berlokasi di sebelah minimarket tersebut.

Pemuda yang telah empat tahun bekerja di minimarket Reny Ekspress itu dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY