Tokoh Masyarakat Palangka Raya Kemukakan Pendapat Terkait Pemindahan Ibu Kota

Tokoh Masyarakat Palangka Raya Kemukakan Pendapat Terkait Pemindahan Ibu Kota

SHARE
Palangka Raya (foto: https://www.youtube.com/watch?v=ubeCBUvmY2c)
Palangka Raya (foto: https://www.youtube.com/watch?v=ubeCBUvmY2c)

Palangka Raya – Sejumlah tokoh masyarakat Kalimantan Tengah mengemukakan pendapat mereka tentang rencana pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia dari Jakarta ke Palangka Raya. Mereka mendukung hal tersebut dan berharap agar pemindahan ibu kota negara tidak sekadar wacana. Mereka sangat berharap rencana tersebut dapat segera terwujud.

Salah satu tokoh masyarakat Kalteng, Agustiar, mengatakan bahwa warga Kalimantan pada umumnya telah menantikan pemindahan ibu kota negara tersebut. Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini juga mengingatkan bahwa Presiden RI pertama, Soekarno, telah merencanakan hal tersebut sejak lama.

“Pada dasarnya pemindahan ibu kota ke Palangka Raya sudah barang tentu akan membawa dampak yang sangat positip bagi masyarakat Kalteng secara khusus dan Kalimantan secara umum. Baik itu dalam bidang ekonomi, pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat secara umum,” ujar Agustiar, dilansir Berita Satu.

Jika ibu kota negara jadi dipindah ke Palangka Raya, pembangunan infrastruktur di Pulau Kalimantan khususnya di kota tersebut akan berjalan pesat layaknya Jakarta. Pembangunan ini tentu akan menyerap tenaga kerja dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.

Meskipun mendukung penuh, Agustiar mengingatkan bahwa proses pembangunan tersebut jangan sampai mengorbankan kearifan lokal. Itu artinya, segala budaya, adat istiadat, dan sosial masyarakat khas Kalimantan harus tetap dipertahankan.

Wacana pemindahan ibu kota diakuinya sudah mulai disosialisasikan kepada masyarakat. Telah disiapkan lahan sekitar 300.000 hingga 500.000 hektare untuk daerah ibu kota.

Kepala Humas DAD Kalteng, Drs. Barthel B. Usin, juga mengatakan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) telah menyiapkan lokasi di Palangka Raya – Katingan – Gunung Mas sebagai lahan ibu kota. Ketiga lokasi tersebut disebut Segitiga Emas.

“Pada dasarnya pemindahan ibukota adalah kewenangan pemerintah dan masyarakat Kalteng sangat mendukung menjadikan Kalimantan Tengah sebagai Bumi Pancasila menjadi ibu kota Negara. Tetapi jika konsep itu berbeda dengan pilosofi Huma Betang yang sama dengan nilai Pancasila ditolak maka kemungkinan besar pemindahan itu akan ditolak tegas dan harus berhadapan dengan suku Dayak yang ramah dan tegas,” katannya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY