Sopir Taksi Konvensional Demo Taksi Online di Gladag Surakarta

Sopir Taksi Konvensional Demo Taksi Online di Gladag Surakarta

SHARE
Kosti Solo (foto: Solopos)
Kosti Solo (foto: Solopos)

Surakarta – Ratusan sopir taksi konvensional dari berbagai perusahaan di Surakarta mendemo kehadiran taksi dan ojek berbasis online di Kota Bengawan tersebut, Selasa (11/7), pagi. Mereka menganggap kehadiran layanan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan UU No. 22 Tahun 2009.

Taksi online Uber mulai beroperasi di Surakarta dan sekitarnya beberapa bulan yang lalu. Sementara itu, layanan ojek online Go-Jek sudah terlebih dahulu beroperasi.

Adapun sopir-sopir taksi konvensional yang ikut berunjuk rasa berasal dari perusahaan Kosti, Bengawan, Gelora, Mahkota, Sakura, dan Wahyu. Mereka berkumpul di bundaran Gladag untuk berorasi. Mereka juga akan menyambangi depan Balai Kota Surakarta untuk berunjuk rasa.

Aksi mogok massal taksi konvensional ini, sebagai mana disampaikan oleh Ketua Pengawas Taksi Kosti, Tri Teguh, akan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB. Selama jam-jam tersebut, masyarakat tidak bisa memesan taksi karena seluruh saluran komunikasi untuk pemesanan ditutup.

“Mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanannya. Seluruh akses pemesanan kita tutup sampai pukul 14.00 WIB. Kalau nanti belum selesai, mungkin bisa lebih,” ujarnya, dilansir Detikcom.

Di lain tempat, Kepala Dinas Perhubungan, Hari Prihatno, menanggapi demo taksi konvensional dengan sikap kecewa. Menurutnya, demonstrasi tidak perlu dilakukan dengan cara mogok massal. Dia merasa kasihan dengan masyarakat yang jadi tidak terlayani karena para sopir berdemo.

“Seharusnya, tidak seluruh sopir ikut demo. Sebagian harus tetap bekerja,” katanya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY