Kemendikbud Larang Sekolah Menetapkan Penggunaan Atribut MOS

Kemendikbud Larang Sekolah Menetapkan Penggunaan Atribut MOS

SHARE
Ilustrasi Ujian Nasional (foto: vivanews)
Ilustrasi Ujian Nasional (foto: vivanews)

Jakarta – Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad, mengatakan bahwa penggunaan atribut selama Masa Orientasi Sekolah (MOS) dilarang. Hal ini sudah disampaikan oleh pihaknya ke seluruh kepala dinas dan kepala sekolah.

Menurut Hamid, larangan tersebut ditegaskan untuk meminimalisasi tindakan kekerasan di awal tahun ajaran baru. Dalam konferensi pers di Kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (11/7),  Hamid menegaskan bahwa sekolah dilarang mengadakan perploncoan, melakukan tindak kekerasan, dan memasang atribut apa pun bentuknya.

Hamid pun meminta agar MOS diinisasi oleh kepala sekolah dan guru bukan senior sebagaimana biasanya MOS dilaksanakan. Para pendidik diharuskan mengacu pada Permendikbud No. 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa Baru saat mengadakan MOS.

“Saya imbau kepada para guru dan kepala sekolah, Jangan sampai kembali ke masa orientasi siswa (MOS) sebelum tahun 2016 yang banyak penyimpangan,” ujar Hamid, dilansir CNN Indonesia.

Tidak hanya saat MOS, Hamid juga khawatir perploncoan dan tindakan kekerasan terjadi saat merekrut anggota ekstrakurikuler. Dia kembali mengingatkan kepada pihak sekolah tentang regulasi pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di satuan pendidikan yang telah dikeluarkan Kemendikbud sejak tahun 2015.

Untuk meminimalisasi tindakan kekerasan selama kegiatan ekstrakurikuler, Hamid ingin kegiatan tersebut dilakukan di dalam area sekolah. Untuk kegiatan yang harus dilaksanakan di luar sekolah, Hamid ingin agar kegiatan tersebut harus ada persetujuan orang tua. Kegiatan ekstrakurikuler harus diawasi oleh guru.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY