Home Berita Pilihan Pengguna Bikin Petisi Tolak Pemerintah Blokir Telegram

Pengguna Bikin Petisi Tolak Pemerintah Blokir Telegram

SHARE
Telegram
Telegram

Jakarta – Berita mengenai pemblokiran Telegram ternyata membuat pengguna aplikasi tersebut di Indonesia terusik. Mereka melancarkan protes dengan membuat petisi di change.org mengenai pembatalan pemblokiran Telegram oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Petisi tersebut bertajuk “Batalkan Pemblokiran Aplikasi Chat Telegram.” Para pengguna aplikasi tersebut mengkritik pemerintah yang memblokir Telegram karena dituding menjadi platform terorisme. Saat ini, petisi tersebut telah didukung setidaknya 2.000 orang.

“Memblokir Telegram dengan alasan platform itu dijadikan platform komunikasi pendukung terorisme mungkin mirip dengan membakar lumbung padi yang ada tikusnya,” demikian bunyi kalimat pembuka petisi tersebut.

Inisiator petisi, Dodi I. R., yakin bahwa konten-konten bermuatan terorisme tidak hanya ada di Telegram tetapi juga jejaring sosial dan platform perpesanan instan lainnya seperti Facebook atau Blackberry Messenger (BBM). Dia pun kecewa karena hanya Telegram yang diblokir. Padahal, pengguna Telegram merasa sudah aman data mereka tidak diketahui pihak mana pun untuk dimonetisasi.

Dalam petisi itu, disebutkan bahwa pengguna Telegram menjadi korban karena tidak bisa mengakses layanan tersebut. Untuk dapat mengakses Telegram, para pengguna harus “repot sedikit untuk melangkahi blokir pemerintah”.

Petisi di change.org tersebut juga meminta pemerintah menunjukkan upaya komunikasi dengan Telegram sebab sejatinya pengurus aplikasi itu aktif menanggapi laporan pemblokiran grup pendukung terorisme di Indonesia. Bahkan, pengelola Telegram sudah sering menerima laporan dari beberapa orang dari komunitas pengguna Telegram itu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here