Home Dunia Asia Pasifik Presiden Duterte Akui Pernah Bunuh Orang

Presiden Duterte Akui Pernah Bunuh Orang

SHARE
Rodrigo Duterte
Rodrigo Duterte

Manila – Pidato kenegaraan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, pada Senin (24/7), semakin membuat dirinya dicap sebagai pribadi kontroversial. Dalam pidato kenegaraan kedua sebagai Presiden Filipina itu, dia secara terbuka mengaku pernah membunuh orang. Tindakan tersebut dia lakukan ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Davao.

“Saya memang pernah membunuh seseorang, itu benar. Kurang lebih 23 tahun yang lalu, ketika saya menjadi wali kota Davao,” kata Duterte di Manila, dilansir Berita Satu.

Sepanjang masa kepemimpinannya sejak Juni 2016, telah banyak aksi yang dilakukan Duterte yang menjadi sorotan dunia. Para aktivis Hak Asasi Manusia mengecam keras kebijakannya karena lebih dari 5.000 orang dibunuh dengan dalih memerangi narkoba dan kejahatan lainnya.

Sebelumnya, ketika acara forum bisnis di Manila bulan Desember 2016, Duterte sudah pernah menyatakan bahwa dirinya pernah membunuh orang. Menurutnya, hal itu dia lakukan sebagai pembuktian bahwa jika dirinya saja bisa melakukan hal tersebut, semua orang juga bisa melakukannya.

“Saya berkeliling Davao dengan sepeda motor, sebuah motor besar, dan saya berpatroli di jalanan juga untuk mencari masalah. Saya benar-benar mencari lawan sehingga bisa saya bunuh.”

Dalam sebuah rapat dengar pendapat Senat Filipina untuk menyelidiki kasus pembunuhan tanpa pengadilan yang dilakukan Duterte untuk memerangi narkoba, seorang pembunuh bayaran mengaku bahwa dirinya melihat sendiri Duterte menembak orang. Edgar Matobato, nama pembunuh bayaran tersebut, melihat Duterte melepaskan sekitar 200 peluru senapan Uzi ke seorang pejabat Biro Penyidik Nasional.

Matobato, yang dimintai keterangan pada September 2016, mengaku ada lebih dari 1.000 orang dibunuh oleh tim serbu selama Duterte menjadi Wali Kota Davao. Pada Oktober 2016, Ketua Komite Senator, Leila De Lima, digantikan orang lain. Penyelidikan Senat tentang kasus tersebut akhirnya dihentikan. De Lima adalah salah satu pengkritik Duterte.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here