1,2 Ton Mie Berformalin Diamankan BPOM Medan

1,2 Ton Mie Berformalin Diamankan BPOM Medan

SHARE
ilustrasi mie berformalin (foto: liputan6)
ilustrasi mie berformalin (foto: liputan6)

Pematangsiantar – Sebanyak 1,2 tom mie kuning berformalin disita oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Medan. Mie tersebut ditemukan di Pasar Dwikora Patuan Anggi, Kelurahan Sukadame, Siantar Utara, Pematangsiantar, Sumatra Utara, pada Rabu (2/8).

Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Medan, Ramses Dolok Saribu, mengatakan bahwa mie tersebut disita dari enam grosir. Petugas lantas meminta keterangan pemilik untuk mengungkap asal mie yang mengandung formalin itu.

Ramses curiga ada puluhan ton mie kuning mengandung formalin yang sudah beredar dan dijual di masyarakat. Mie-mie tersebut diperkirakan telah dipasok ke kota-kota lain seperti Toba Samosir, Simalungun, dan Balige.

“Jika dikonsumsi justru dikhawatirkan membahayakan kesehatan masyarakat. Kami mengungkap kasus ini setelah melakukan penyelidikan dari bulan April 2017 kemarin. Berdasarkan pemeriksaan, mi itu berasal dari Siantar,” katanya, dilansir Berita Satu.

Di Pematangsiantar, terdapat 10 pabrik mie. Namun, BPOM belum dapat memastikan apakah mie berformalin yang disita berasal dari salah satu pabrik mie tersebut. Masih perlu dilakukan penelitian dan koordinasi untuk mengetahui dengan pasti asal mie berbahaya tersebut.

Pihak BPOM kini berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pematangsiantar, Disperindag Pematangsiantar, Ketahanan Pangan untuk dapat menuntaskan kasus mie berfomalin tersebut. BPOM mengupayakan agar kasus ini bisa sampai ke pengadilan supaya bisa diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sidak tersebut juga dihadiri oleh Kepala Seksi Penyidikan BPOM, Mangandar Marbun.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY