Hilangkan Jejak, Pengedar Narkoba Kubur Barang Haram Itu dalam Tanah

Hilangkan Jejak, Pengedar Narkoba Kubur Barang Haram Itu dalam Tanah

SHARE
Ilustrasi pemusnahan narkotika (foto: Okezone)
Ilustrasi pemusnahan narkotika (foto: Okezone)

Jambi – AS, pengedar narkoba asal Desa Kasangpudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, menyembunyikan barang haram dagangannya di dalam tanah kebun. Tujuannya mengubur narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi tersebut adalah agar tidak terdeteksi aparat keamanan jika sewaktu-waktu digrebek. Narkoba tersebut baru dikeluarkan dari tempat penyimpanannya jika ada orang yang memesan.

Meskipun telah menempuh cara cukup ekstrem ini untuk menghindari endusan aparat, pengedar berusia 45 tahun itu tertangkap juga. Dari penggeledahan polisi, ditemukan sekitar 332 butir pil ekstasi dan satu kilogram sabu-sabu. Saat ini, tersangka diperiksa oleh penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi.

Menurut keterangan Kepala BNN Provinsi Jambi, Brigjen Pol M. Toha Suharto, modus menyimpan narkoba di dalam tanah itu adalah modus baru dan baru pertama kali ditemukan di Jambi.

“Namun modus peredaran narkoba yang cukup rapi, tersembunyi dan jauh dari kota tersebut berhasil diendus petugas BNN Jambi. Tersangka AS berhasil diamankan di Desa Kasangpudak, Muarojambi awal pekan ini. Penyidik BNN Jambi juga masih menyelidiki kasus tersebut guna mengetahui anggota jaringan tersangka,”katanya, dilansir Berita Satu.

Dalam konferensi pers hasil penangkapan pengedar narkoba pada Kamis (10/8) itu, tujuh orang pengedar narkoba dihadirkan. Mereka berinisial AS, RT, MS, NR, AR , NK, dan MR.

Pada pengungkapan tersebut, sejumlah barang bukti dihadirkan. Barang-barang bukti tersebut di antaranya 2,5 kilogram sabu-sabu dan 9.033 butir pil  ekstasi. Pengedar narkoba tersebut ditangkap oleh BNN dan jajaran Polda Jambi selama periode Juli-Agustus 2017.

Adapun barang-barang bukti tersebut, sebagaimana disampaikan Kapolda Jambi, Brigjen Pol Priyo Widyanto, akan dimusnahkan pada Selasa (15/8) mendatang. Total nilai barang bukti yang akan dimusnahkan it adalah Rp5,5 miliar.

Priyo menambahkan, para pengedar narkoba kini sedang ditahan dan diperiksa. Mereka akan diproses secara hukum hingga ke pengadilan. Jajaran Polda Jambi beserta BNN Provinsi Jambi akan terus mengembangkan kasus untuk mengungkap para pemasok dan pemakai narkoba di provinsi tersebut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY