Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Jambi

Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Jambi

SHARE
Ilustrasi penggerebekan teroris (foto: Antara)
Ilustrasi penggerebekan teroris (foto: Antara)

Jambi – Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap tiga terduga anggota jaringan teroris di Jambi. Tiga orang tersebut berinisial RH (laki-laki 39 tahun), SL (laki-laki 26 tahun), dan RT (perempuan 45 tahun). Ketiganya masih diperiksa secara intensif di Markas Brimob Polda Jambi hingga Jumat (11/8).

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Priyo Widyanto, melalui Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi, mengatakan bahwa penangkapan tiga terduga teroris dilakukan di rumah mereka di Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Kamis (10/8) sore. Mereka diduga masih mempunyai kaitan dengan dua anggota jaringan teroris yang ditangkap di Kampung Bugis, Kota Jambi, bulan lalu.

“Ketiga terduga anggota jaringan teroris tersebut dibekuk oleh satuan gabungan Densus 88 Mabes Polri dan Brimob Polda Jambi. Dari rumah terduga teroris tersebut disita beberapa alat bukti aki mobil, kipas angin, televisi, buku-buku, dan telepon genggam,” katanya, dilansir Berita Satu.

Ketiga terduga teroris yang ditangkap Kamis kemarin berasal dari Sulawesi dan sudah dua tahun menetap di Desa Kasang Pudak. Mereka sudah memiliki Kartu Keluarga (KK) yang beralamatkan di desa tersebut. Pasangan suami istri, RH dan RT, memiliki usaha di bidang servis alat-alat elektronik.

Misroji (60), ayah dari SL, tidak menduga anaknya ditangkap lantaran diduga terlibat jaringan teroris. Dia tidak mengetahui kegiatan anaknya selama di Jambi. Ketika anaknya ditangkap, dia melihat polisi membawa bundelan yang dibawa dari rumah anaknya.

Misroji bercerita bahwa anaknya sudah dua tahun merantau di Jakarta.

“Ketika pulang ke Jambi, anak saya sudah berumah tangga dan memiliki seorang anak. Sedikit pun tak ada saya ketahui tindak-tanduk anak saya melakukan kegiatan terorisme selama berada di Jambi,” katanya.

Polisi kini masih melakukan pengaman ketat di rumah ketiga terduga teroris yang baru saja ditangkap. Saat dikunjungi, masih ada garis polisi yang mengitari rumah tersebut.

Sementara itu, Kades Kasang Pudak, Hepni, tidak mengetahui aktivitas terduga teroris yang merupakan salah satu warganya tersebut. Dia hanya mengenal warga tersebut bernama Suherman dan tinggak di RT 6. Menurutnya, Suherman tertutup kepada warga sekitar. Sehari-hari, masyarakat mengenal Suherman sebagai tukan servis alat elektronik.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY