Home Berita Pilihan Kejati Jateng Usut Kasus Pencurian 600 Ton Beras Bulog

Kejati Jateng Usut Kasus Pencurian 600 Ton Beras Bulog

SHARE
ilustrasi beras
ilustrasi beras

Semarang – Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah sedang mengusut kasus adanya dugaan pencurian 600 ton beras Bulog dari Gudang Randugarut, Semarang. Total kerugian yang ditaksir hingga Rp6 miliar.

Menurut Asisten Intelejen Kejati Jateng, Yakob Hendrik Pattipeilohy, Tim Penyidik Kejati Jateng menyimpulkan bahwa modus pencurian beras Bulog itu adalah dengan mengelabui tumpukan beras di bagian tengah. Hendrik mengatakan bahwa pelaku sengaja mengosongkan bagian tengah tumpukan beras yang menggunung. Agar tidak terlihat mencurigakan, pelaku menutupinya dengan karung-karung beras di sisi samping dan atas.

Tim penyidik sudah memeriksa lima orang saksi. Di antara saksi tersebut, terdapat kepala gudang dan juru timbang.

“Mereka kita periksa karena menjadi penanggung jawab stok beras di gudang”, tegas Hendrik, Selasa (22/8), dilansir Berita Satu.

Kasus pencurian 600 ton beras ini, kata Kepala Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari, terungkap setelah seorang karyawan di gudang Bulog melaporkan adanya dugaan pencurian. Satuan Pengawas Internal Bulog Divre Jateng langsung menindak lanjuti informasi tersebut.

“Diawali dari laporan karyawan kami sendiri, karena kami menerapkan sistem Whistle Blowing System (WBS). Kemudian, kami tindak lanjuti lewat pemeriksaan oleh petugas Satuan Pengawas Internal”, ujar Djoni.

Usai mengadakan pemeriksaan, SPI lantas melaporkan ke Kejati Jateng bahwa ada praktik pencurian beras Bulog di Divre Jateng. Djoni khawatir modus serupa juga terjadi di daerah Jateng lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here