Home Berita Pilihan Kasus Pabrik PCC di Semarang Diduga Libatkan Aparat Negara

Kasus Pabrik PCC di Semarang Diduga Libatkan Aparat Negara

SHARE
Press Release Pabrik Ilegal PCC (foto: Kompas)
Press Release Pabrik Ilegal PCC (foto: Kompas)

Semarang – Sebuah rumah mewah yang ternyata adalah pabrik pembuatan obat terlarang Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC) digerebek pada Minggu (3/12). Rumah tersebut beralamatkan di Jalan Halmahera Raya Nomor 27 Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menduga aparat negara terlibat dalam pengoperasian pabrik PCC ini. Keterlibatan aparat negara juga tercium dalam kasus yang sama di Surakarta.

Komjen Pol Budi Waseso selaku Kepala BNN menyatakan bahwa pihaknya membutuhkan waktu untuk benar-benar mengungkap kasus ini. Ketika ditemui di Semarang, Senin (4/12), Buwas – sapaan akrab Budi Waseso – mengaku pihaknya akan mengembangkan kasus ini.

“Ada ponsel, berhubungan dengan siapa saja akan ditelusuri,” katanya, dilansir Antaranews.

Menurut Buwas, aparat negara bisa terlibat dalam hal pemberian izin yang memungkinkan bahan baku produk ilegal tersebut dapat masuk. Dapat masuknya bahan-bahan baku tersebut juga menjadi tanggung jawab kementerian dan lembaga terkait.

Buwas juga yakin para pelaku melibatkan aparat negara dalam hal pengadaan senjata api. BNN menyerahkan pengusutan keterlibatan aparat dalam operasi pabrik PCC tersebut kepada polisi.

Sebanyak 13 juta butir pil PCC diamankan dari pabrik PCC di Jalan Halmehara Raya tersebut. Setiap pekannya, pabrik tersebut mampu memproduksi jutaan pil PCC siap edar. Adapun keuntungan yang diraih dari produksi PCC tersebut hingga Rp2,7 miliar per bulan.

Petugas BNN juga menangkap dua tersangka utama. Mereka adalah Djoni selaku pemilik pabrik dan Sri Anggono asal Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, sebagai pemilik modal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here