Home Berita Pilihan Pengamat Kebijakan Publik Anggap Tiket Kereta Bandara Terlalu Mahal

Pengamat Kebijakan Publik Anggap Tiket Kereta Bandara Terlalu Mahal

SHARE

Jakarta – Agus Pambagio, seorang pengamat kebijakan publik, menilai tarif kereta bandara Soekarno-Hatta terlalu mahal. Tarif sebesar Rp100 ribu itu dianggap mahal jika dibandingkan dengan transportasi yang telah ada sebelumnya.

“Ya, gimana, kalau pakai Bus DAMRI itu Rp40 ribu dan taksi juga kalu pergi berlima, juga hampir serupa. Berat, ya, mahal,” kata Agus, Rabu (6/12), dilansir Tempo.

Tiket kereta bandara sebesar Rp100 ribu itu diwacanakan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Menurutnya, rencana tarif itu belum final dan masih dapat didiskusikan dengan PT Kereta Api Indonesia dan PT Railink selaku operator. Jika memungkinkan, harga tiket masih akan diusahakan kurang dari itu.

“Ini tarif KA sedang kita pelajari, kemarin Presiden memang menyatakan mungkin agak terlalu mahal dan akan kita kaji dengan suatu angka yang lebih bersahabat,” kata Budi, Selasa (5/12).

Menurut Agus, tarif kereta bandara harus lebih murah daripada menggunakan moda transportasi taksi jika seseorang pergi sendiri. Jika tidak lebih murah, seseorang tidak akan memilih untuk naik kereta bandara.

“Kalau couple (berdua) kurang lebih sama lah. Minimal itu aja yang jadi patokan,” kata Agus memberikan usul cara menghitung perkiraan biaya tarif kereta bandara.

Agus memberikan contoh misalnya ada seseorang yang naik kereta dari Stasiun Dukuh Atas ke Bandara Soekarno-Hatta, harga yang ditawarkan oleh kereta api hampir sama jika dia naik taksi. Jika demikian, kemungkinan penumpang memilih menggunakan taksi akan lebih tinggi.

Agus juga menginginkan kereta bandara cepat dan tepat waktu jika dibandingkan dengan moda transportasi lainnya. Pertimbangan kecepatan dan ketepatan waktu juga menjadi faktor utama seseorang memilih menggunakan kereta bandara atau moda transportasi lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here