Home Berita Pilihan Andi Narogong Jadi Justice Collaborator Kasus e-KTP

Andi Narogong Jadi Justice Collaborator Kasus e-KTP

SHARE
Andi Narogong (foto: JawaPos)
Andi Narogong (foto: JawaPos)

Jakarta – Andi Agustinus alias Andi Narogong dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan oleh jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia terbukti bersalah dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP bernilai Rp5,64 triliun.

“Kami menyimpulkan bahwa terdakwa Andi Narogong terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ujar jaksa penuntut umum KPK, Mufti Nur Irawan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Kamis, (7/12), dilansir Tempo.

Perbuatan Andi melanggar Pasal 3 UU No. 21 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi  juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Mufti juga menyampaikan tiga hal yang meringankan Andi dalam persidangan. Yang pertama, Andi belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya. Dia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan melanggar hukum tersebut.

Hal meringankan kedua, Andi dianggap berterus terang selama persidangan. Dia juga membeberkan sejumlah nama yang terlibat dalam kasus tersebut dalam sidang (30/11). Nama-nama tersebut di antaranya Setya Novanto, Paulus Tannos, Johannes Marliem, Anang Sugiana Sudihardjo, Made Oka Masagung, Irman, dan  Azmin Aulia. Dia juga memberitahu pihak pengadilan tentang sejumlah pertemuan pembahasan proyek e-KTP.

Hal terakhir yang meringankan Andi adalah status justice collaborator yang diterimanya dari KPK sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Pimpinan KPK RI No. KEP 1536/01-55/12/2017 tanggal 5 Desember 2017 tentang Penetapan Status Pelaku yang Bekerja Sama dalam Tindak Pidana Korupsi atas Nama Terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here