Home Berita Pilihan Wabah Difteri, 14 Orang Meninggal

Wabah Difteri, 14 Orang Meninggal

SHARE
Ilustrasi Imunisasi Difteri
Ilustrasi Imunisasi Difteri

Bandung – Difteri kembali mewabah di Provinsi Jawa Barat. Menurut catatan Dinas Kesehatan Jabar, ada 153 kasus difteri yang dilaporkan hingga (14/12). Sebanyak 14 orang meninggal dunia akibat penyakit yang menyerang mulut dan pernapasan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, Dodo Suhendar, mengatakan bahwa kasus difteri terbanyak dilaporkan di Purwakarta. Kasus difteri juga ditemukan di Karawang, Garut, Depok, dan Kabupaten Bekasi.

Dodo menduga persebaran penyakit difteri dipengaruhi oleh kualitas udara. Alasannya, merujuk pada peta sebaran penyakit, kasus banyak dilaporkan di kawasan industri.

“Kalau dilihat peta, kelihatan itu daerah industri, apakah ada pengaruh dari lingkungan industri. Tetapi, yang jelas, sepertiganya tidak mendapat imunisasi, jadi ada kemungkinan ibunya tidak sempat karena sibuk di pabrik,” ucapnya, dilansir Kompas.

Di tahun 2016, kasus difteri tercatat dilaporkan 121 kali. Meningkatnya jumlah kasus difteri disebabkan karena rendahnya cakupan imunisasi. Untuk mencegah penyebaran difteri, dia berharap masyarakat mau diimunisasi.

Di kawasan penyebaran kasus difteri, pemerintah melalui dinas kesehatan telah melakukan Outbreak Response Immunization (ORI).

“Di daerah itu kita adakan ORI, imunisasi tambahan dari tanggal 11 Desember. Kelompok usianya di atas 1 tahun sampai di bawah 5 tahun, di atas 5 tahun sampai di bawah 7 tahun, dan di atas 7 tahun sampai di bawah 19 tahun. Satu orang tiga kali imunisasi,” kata Dodo.

Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi menyebabkan pemberian imunisasi di Jawa Barat baru menyentuh angka 5% dari 3,6 juta orang. Tim dinas kesehatan terus memantau progres imunisasi agar dapat mencapai target.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here