Home Berita Pilihan Khawatir Nama Jawa Semakin Langka, DPRD Usulkan Perda Pelestarian Budaya Lokal

Khawatir Nama Jawa Semakin Langka, DPRD Usulkan Perda Pelestarian Budaya Lokal

SHARE
Ilustrasi anak sekolah (foto: eurekapendidikan.com)
Ilustrasi anak sekolah (foto: eurekapendidikan.com)

Karanganyar – DPRD Kabupaten Karanganyar prihatin atas nama anak-anak sekarang yang cenderung modern. Mereka mengusulkan rancangan Perda Pelestarian Budaya Lokal dengan salah satu isinya menggagas nama anak yang lahir diberi nama jawa.

Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, Selasa (2/1) sore, mengatakan bahwa selanjutnya DPRD akan mengkaji apakah nama jawa tersebut masuk budaya atau bukan. Sumanto prihatin banyak orang tua memberikan nama kebarat-baratan kepada anak-anak mereka.

“Sekarang banyak seperti itu (nama kebarat-baratan). Sehingga perlu dikaji. Lewat perda itu maka budaya lokal akan terlindungi. Namun hal itu perlu dikaji dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak,” jelas Sumanto, dilansir Kompas.

“Kajian itu apakah memunculkan pengaturan nama itu bertentangan atau tidak dengan hak asasi manusia dan undang-undang lebih atas,” ungkap Sumanto.

Jika Perda jadi disahkan, pemerintah daerah wajib melestarikan perda tersebut sehingga budaya lokal yang sudah semakin terkikis tidak hilang.

Mengenai nama jawa, Sumanto mencontohkan sebenarnya banyak nama yang bagus artinya dan tidak ketinggalan zaman. Misalnya saja nama artis Manohara.

“Manohara itu bidadari salah satu istri raja dalam pewayangan. Dan, itu nama jawa dan budaya. Dalam pewayangan banyak nama jawa bagus,” kata Sumanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here