Home Berita Pilihan Kominfo dan Kemdikbud Bahas Rencana “Coding” Masuk Kurikulum Sekolah

Kominfo dan Kemdikbud Bahas Rencana “Coding” Masuk Kurikulum Sekolah

SHARE
Yuma dan Hendri Soerianto (foto: Australia Plus Indonesia)
Yuma dan Hendri Soerianto (foto: Australia Plus Indonesia)

Jakarta – Kominfo dan Kemendikbud sudah sejak tiga tahun lalu membahas apakah coding harus masuk ke dalam mata pelajaran di sekolah atau tidak. Kemampuan anak didik untuk dapat meng-coding semakin mendesak dimiliki di era digital seperti sekarang ini.

Bahkan, beberapa SMK dan SMA di Indonesia sudah memasukkan coding sebagai salah satu materi yang harus dipelajari.

“Sampai sekarang persiapan kurikulum untuk coding sedang dalam tahap persiapan. Saat ini juga kami sudah bekerja sama dengan Intel untuk mengadakan program coding, bukan hanya di SMK, tapi juga di beberapa SMA,” ujar Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad, kepada Kompas.com, Rabu (10/1/2017) di Kantor Kemendikbud.

Beberapa guru pengajar sudah mendapatkan pelatihan coding. Fasilitas penunjang seperti komputer juga sudah mulai disediakan. Meskipun ada pembahasan lebih lanjut, coding akan pasti masuk ke dalam kurikulum sekolah di Indonesia terutama di SMK dengan jurusan terkait. Coding juga dapat masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler.

Yuma Soerianto, pelajar berusia 10 tahun, diundang ke Worldwide Developers Conference (WWDC) di San Jose (AS) pada 2017 lalu karena prestasinya yang berhasil menciptakan lima aplikasi. Pada kesempatan tersebut, dia bertemu dengan CEO Apple Tim Cook. Let’s Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck, dan Pocket Poke kini bisa diunduh di App Store.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here