Home Berita Pilihan Cemari Sungai Citarum, Pabrik Tekstil Didemo Warga

Cemari Sungai Citarum, Pabrik Tekstil Didemo Warga

SHARE
Warga Mendemo Pabrik Tekstil yang Cemari Sungai Citarum (foto: Kompas)
Warga Mendemo Pabrik Tekstil yang Cemari Sungai Citarum (foto: Kompas)

Purwakarta – Pabrik tekstil PT South Pacific Viscose di Desa Cicadas, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, didemo ratusan warga pada Selasa (23/1). Warga menduga pabrik tersebut terlibat dalam pencemaran lingkungan.

“Selain udara yang bau, air di sekitar kampung kami sudah tidak steril lagi. Kami minta perusahaan ambil langkah konkret untuk memperbaiki pengelolaan limbah pabrik, baik limbah padat, cair dan gas. Udara sekitar pabrik bikin sesak napas,” ujar Tatang (40), dilansir Kompas.

Tatang adalah satu dari beberapa koordinator unjuk rasa warga Kampung Ciroyom, Desa Cicadas. Dengan didampingi lembaga swadaya masyarakat, mereka menuntut pabrik PT South Pacific Viscose untuk bertanggung jawab tentang limbah pabrik. Pasalnya, limbah dari pabrik tekstil tersebut mencemari lingkungan, terutama Sungai Citarum.

Warga menuntut pabrik untuk segera mengevaluasi sistem pengelolaan limbah pabrik. Mereka beralasan bahwa pengelolaan limbah berdampak langsung pada masyarakat.

Pengunjuk rasa bernama Yayan Gandi mengatakan bahwa pencemaran limbah ini tidak baik jika dibiarkan berlarut-larut karena generasi mendatang akan sangat dirugikan. Menurutnya, pemberian kompensasi bukanlah satu-satunya solusi dari perusahaan agar warga tidak mempermasalahkan kembali adanya limbah. Lain daripada itu, sistem pengelolaan limbah memang harus dievaluasi.

Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Didi Suarti, mengatakan bahwa ada beberapa pabrik yang langsung membuang limbah ke Sungai Citarum. Salah satu dari pabrik tersebut adalah PT South Pacific Viscose.

“Betul, PT Pacific salah satunya membuang limbah ke Citarum. Kita hanya bisa mengawasi dan kewenangan memberi sanksi. Tingkat dinas LH kabupaten hanya bisa beri sanksi administratif. Kita juga secara rutin selalu mengecek izinnya dan cek ke lapangan. Kalau ke arah sanksi lainnya kewenangannya instansi yang lain,” tandas dia.

Warga yang berunjuk rasa tiba-tiba dipersilakan masuk ke dalam pabrik. Saat wartawan mewawancarai manajemen pabrik, mereka enggan memberikan komentar. Belum diketahui secara pasti hasil pertemuan tertutup yang dilakukan oleh manajemen pabrik dan warga.

PT Indobarat yang terletak tidak jauh dari PT South Pacific Viscose juga telah dilaporkan warga terkait pencemaran Sungai Citarum. Dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung, PT Indobarat dikenai dengan Rp2 miliar dan wajib reklamasi sungai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here