Home Berita Pilihan Satu Bayi Terjangkit Virus Kawasaki di Surabaya

Satu Bayi Terjangkit Virus Kawasaki di Surabaya

SHARE
ilustrasi imunisasi
ilustrasi imunisasi

Surabaya – Bayi berusia delapan bulan diduga terjangkit virus Kawasaki di Kota Surabaya. Menurut dokter spesialis anak dari RSUD dr Soetomo Surabaya, Agus Harianto, virus Kawasaki biasanya menyerang anak-anak usia di atas lima bulan. Selain balita, orang dewasa juga bisa terkena virus ini.

“Gejala awal virus Kawasaki ini hampir mirip Demam Berdarah. Suhu badan panas yang tidak stabil. Bahkan, hingga lebih dari 4 hari. Jika Dokter yang tidak mengetahui penyakit ini, pasti akan mendiagnosa sebagai penyakit Demam Berdarah atau Campak. Namun, virus ini tidak menular,” kata Agus, Selasa (30/1), dilansir CNN Indonesia.

Ciri-ciri terjangkit virus Kawasaki lainnya adalah suhu badan panas berkepanjangan, tiba-tiba mata memerah, mulut dan bibir kering dan memerah. Dokter telah melakukan tes darah, tes urine, foto thorax, dan detak jantung bayi tersebut semuanya hasilnya normal.

“Untungnya, bayi itu sudah mendapatkan pertolongan dan bisa segera terdeteksi,” tambah Agus.

Bayi tersebut sudah ditangani dalam waktu 12 jam. Saat ini, kondisinya terus membaik dan virus tersebut tidak sampai menyebar ke pembuluh darah dan jantung. Namun, jika saja penanganan terhadap virus terlambat atau pendeteksian suhu tubuhnya melebihi hari ketujuh, dia khawatir virus Kawasaki tersebut akan menyerang pembuluh darah dan jantung.

“Bahkan, jika penderita yang sudah terserang, selain mata, bibir dan mulut memerah, telapak tangan, telapak kaki, dan bagian leher juga akan memerah,” kata Agus.

Saat ini, penanganan pasien terjangkit virus Kawasaki adalah dengan menggunakan obat penangkal virus Kawasaki yaitu Immune Globulin Injection jenis Gamunex.

“Pemakaian obat ini sama dengan infus. Namun, takaran untuk tiap anak berbeda-beda, bergantung berat badan. Semakin berat badan anak tersebut, semakin banyak juga pemakaian obat ini. Setiap botol atau isi 50 mili akan habis dalam waktu sekitar 4 jam,” ujarnya.

Setelah obat tersebut diberikan kepada anak, masa pemulihan akan berlangsung selama satu hingga dua bulan. Obat lain yang harus dikonsumsi adalah obat aspilet atau obat pengencer dahak untuk mencegah terjadinya serangan jantung. Obat tersebut harus dikonsumsi sehari sekali selama enam minggu. Sementara itu, pemberian vaksinasi campak dijadwalkan mundur atau hingga 11 bulan ke depan.

Dengan adanya kasus virus Kawasaki ini, Agus mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan kesehatan anak-anaknya. Sebab, sebagian orang tua sering menganggap bahwa suhu badan anak panas demam adalah hal biasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here